Retail & Property

Pengembang Tetap Bangun Apartemen Walau Pasar Surut

Pengembang Tetap Bangun Apartemen Walau Pasar Surut 1x-1

Meski dikabarkan pasarnya lesu, pengembang masih terus membangun apartemen. Colliers Internantional mencatat, jumlah proyek apartemen sepanjang tahun lalu meningkat 16,8% atau bertambah 19.272 unit. Per kuartal empat tahun lalu, apartemen di Jakarta bertambah 5.164 unit.

Dengan penambahan tersebut, jumlah unit apartemen tersedia hingga saat ini di ibu kota mencapai 185.038 unit dengan 95,2% merupakan apartemen strata tittle. Sedangkan 2,9% sisanya adalah serviced apartment dan 1,9% non-serviced apartement.

Ferry Salanto, Associate Director Colliers International Indonesia mengatakan, pada tahun 2017, para pengembang berencana membangun 26.853 unit apartemen. Dari 2017-2019, sekitar 70.833 unit apartemen akan membanjiri Jakarta.

“Seharunsya, 82% dari unit itu rampung pada tahun 2014 atau 2015. Namun, banyak pembangunan apartemen yang delay,” kata dia di Jakarta, Kamis, (5/1/2017).

Ferry melanjutkan, pasar apartemen tidak begitu baik, namun tak juga disebut buruk. Tingkat keterisian apartemen menurun 1,9% pada tahun 2016 menjadi 71,7%. Artinya, pasar sewa apartemen tak begitu kinclong.

Akan tetapi, minat masyarakat membeli apartemen masih ada. Hal ini terlihat dari pertumbuhan permintaan apartemen yang tumbuh tipis 1,4% sepanjang tahun 2016. Meski begitu, pengembang masih enggan menurunkan harga jual apartemen. Harga jual apartemen masih meningkat 3,8% year-on-year menjadi Rp 31,65 juta.

Walau harga meningkat, namun pertumbuhannya tak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2013 misalnya, harga apartemen bisa naik 17%. Tahun 2014 menurun menjadi 10,1%. Jika diamati, tren harga apartemen masih naik, walau dengan pertumbuhan yang landai.

Dari sisi lokasi, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan kenaikan harga jual apartemen tertinggi aias 4,4%. Sementara, kawasan bisnis CBD (central business district) naik 3,3%.

Ferry menegaskan, dalam menjual apartemen, banyak pengembang menggunakan “embel-embel” infrastruktur demi menarik minat investor atau calon pembeli.

Seperti ketika Agung Podomoro Land menjual apartemennya di kawasan Cimanggis, Depok, yang memanfaatkan wacana pembangunan proyek LTR. Padahal, katanya, saat itu, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan. “Kami belum pernah melihat ada satu apartemen yang terjual habis karena berdekatan dengan proyek infrastruktur. Mungkin, dalam waktu dekat iya,” ujarnya.

Ferry meramal, harga apartemen tahun ini tidak akan naik lebih banyak dari posisi tahun lalu, mengingat pertumbuhan ekonomi juga tidak sekencang yang diharapkan. “Naik 10% kayaknya tidak mungkin,” pungkasnya.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top