Technology

Jumlah Pengiklan di Instagram Tembus Satu Juta Setiap Bulan

pengiklan instagram
Kredit foto: 123RF

Sosial media mana yang sedang hits saat ini? Satu orang jawabannya bisa beberapa. Tapi pasti dari salah satu pilihan muncul nama Instagram. Aplikasi berbagi foto tersebut kian masif digunakan, terutama setelah diakuisisi oleh Facebook beberapa tahun lalu. Selain untuk fun semata, nyatanya Instagram juga sangat bermanfaat bagi mereka para pebisnis, baik itu brand besar sampai UKM.

Dilansir dari Forbes, Instagram saat memiliki sekitar satu juta pengiklan setiap bulannya. Jumlahnya naik lima kali dari tahun lalu. Peningkatan jumlah pengiklan juga diikuti oleh bertambahnya akun bisnis resmi, di mana perusahaan bisa berbagi informasi dan lokasi serta bisa mengirim pesan kepada para user lain. Instagram sendiri mulai menyediakan space iklan sejak akhir 2015 lalu.

Sampai saat ini sudah ada sekitar delapan juta profil bisnis di sana atau naik sekitar lima kalinya sejak September tahun lalu. Dengan sangat user friendly-nya Instagram jikalau sebuah perusahaan ingin memasang iklan, tidak heran pengiklan didominasi oleh usaha berkategori UKM. Tercatat ada lima negara yang memiliki jumlah akun terbanyak, yaitu Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Inggris, dan paling mengejutkan adalah Indonesia!

“Satu jumlah pengiklan adalah pencapaian luar biasa. Itu karena platform bisnis di Instagram sangat luas untuk digunakan oleh berbagai jenis usaha. Instagram adalah tempat di mana publik mengikuti passion mereka, dari hal mainstream, musisi favorit sampai hobi yang sangat niche,” ujar VP dari divisi bisnis Instagram James Quarles.

Tentu saja dengan jumlah pengiklan sampai satu juta per bulan, bisnis Instagram menjanjikan karena user aktif per bulannya saja mencapai 600 juta. Dari bisnis iklan tersebut mereka bisa menghasilkan US$3,64 miliar secara global tahun ini, berdasarkan prediksi dari firma riset eMarketer. Sebagai perbandingan, Facebook menghasilkan US$8,81 miliar pada kuartal terakhir.

Salah satu faktor kunci kesuksesan Instagram dalam menggaet banyak pengiklan adalah tersedianya tool gratis yang berisikan insight untuk para pebisnis. Dalam tool tersebut ketika mereka merilis iklan, data secara statistik akan muncul seperti berapa jumlah postingan yang di-save, dikomentari, like atau sekedar view, sehingga consumer behaviour bisa dipelajari.

Terutama buat mereka yang memiliki anggaran marketing minimal, tool ini juga bisa digunakan untuk memantau postingan yang tidak masuk kategori iklan atau organik seperti halnya post biasa. Instagram menjanjikan akan terus memperbaharui tool bisnis dengan berbagai fitur. Paling menjanjikan adalah fitur untuk booking, yang memungkinkan user janjian misalnya dengan salon atau reservasi tempat di sebuah restoran. Rencananya fitur tersebut akan hadir beberapa bulan lagi.

“Banyak bisnis kecil tidak memiliki website agar user bisa booking layanan mereka. Karena itu kami hadirkan tool layaknya layanan on demand sehingga pebisnis bisa menarik konsumen dan mendatangkannya ke toko-toko mereka,” sambung Quarles.

Interaksi antar pengguna dan akun bisnis juga terhitung berhasil. Lebih dari 80% pengguna Instagram follow akun-akun bisnis dan bulan lalu. Terhitung jumlah user yang masuk ke website pebisnis langsung dari fitur profil mencapai 120 juta user.

Lalu bagaimana dengan saingan mereka Snapchat? Sekitar dua sampai tiga tahun lalu aplikasi berlogo hantu tersebut sangat populer. Banyak brand menggunakannya sebagai salah satu media untuk engage dengan pengguna. Namun ketika kloning mereka hadir di Instagram kurang dari satu tahun lalu, Snapchat bukan lagi saingan berarti.

Seperti dilansir Financial Times, soal pengguna saja Snapchat “hanya” mampu meraup sekitar 150 juta pengguna aktif per hari. Bandingkan dengan Instagram yang mencapai 400 juta. Proyeksi pendapatan juga cukup jauh, di mana Snapchat diperkirakan akan meraup pemasukan US$700 juta sepanjang tahun ini menurut firma eMarketer, atau hanya seperlima dari proyeksi pemasukan Instagram.

Most Popular








To Top