Mshop-leaderboard-mobile
Government & Public Services

Pentingnya Inovasi dan Value pada Proyek Infrastruktur

Pentingnya Inovasi dan Value pada Proyek Infrastruktur infrastruktur

Sektor infrastruktur tengah menjadi primadona di Indonesia. Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini tengah menggenjot sektor infrastruktur untuk mempercepat pembangunan perekonomian.

Nazib Faizal, Plt. Kepala Sub Direktorat Analisa Data dan Pengembangan Sistem Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, sektor infrastruktur adalah hal yang sangat krusial. “Dalam pertumbuhan ekonomi sebesar 1%, maka kebutuhan infrastruktur akan naik 1,5%. Dan, pemerintah saat ini melakukan pembangunan infrastruktur dengan melihat 35 pengembangan strategis,” katanya.

Berbagai perbaikan pun tengah dilakukan pemerintah, khususnya juga memperbaiki kualitas jalan yang ada. Kemantapan jalan nasional misalnya akan ditingkatkan dari kualitas 86% pada tahun 2015 menjadi 98% pada tahun 2019. Adapun posisi saat ini adalah 91%. “Kami menargetkan pada tahun 2019, waktu tempuh menjadi 2,7 jam per 100 km. Saat ini angkanya masih 2,2 jam per 100 km,” kata Nazib. Asal tahu saja, jarak tempuh jalan di Indonesia terbilang yang terendah dibandingkan negara seperti Malaysia, China, Thailand, bahkan Vietnam.

Dalam melakukan pembangunan pun, Kementerian PUPR sebisa mungkin memasukkan unsur value. “Misalnya saja untuk pembangunan tanggul di Semarang. Nantinya, di atasnya bisa dipakai untuk jalan tol. Jembatan pun dibangun agar bisa selfie-able dan reviewable sehingga bisa menarik banyak orang untuk foto,” katanya.

Sebagai perusahaan yang menaruh perhatian pada dunia infrastruktur, Jebsen & Jessen Indonesia Group melahirkan berbagai inovasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Misalnya saja the wall of water hingga teknologi geo-foam.

The wall of water akan memproteksi sebuah daerah dengan air. Dan, air tidak dibuang melainkan disimpan. Sedangkan melalui geo-foam, tanah reklamasi tidak akan cepat turun,” kata Radju Munusamy, Chairman, Jebsen & Jessen Indonesia Group.

Teknologi geo-foam ini telah digunakan di berbagai negara, salah satunya Singapura pada proyek Marina Bay Sands dan Garden Bay.

Fuad Sahid Lalean, Managing Director Accenture berpendapat, untuk mencapai pembangunan yang berkualitas, proyek infrastruktur harus mengadopsi prinsip operational excellence. Dengan adanya kecanggihan teknologi dan big data, proyek infrastruktur di Indonesia seharusnya bisa dikontrol sehingga berjalan dengan maksimal.

“Teknologi infrastruktur harus efisien dan memaksimalkan pemanfaatan big data. Dan, ini diperlukan di tengah kencangnya pembangunan di sektor ini,” kata Fuad.

Most Popular








To Top