Finance

Perjalanan Haji dan Umrah Dorong Pertumbuhan Travelin Syariah

Bagi sebagian orang, bulan puasa menjadi salah satu masa yang tepat untuk melakukan ibadah umrah. Untuk memberi rasa aman dan sebagai antisipasi bila terjadi kemalangan, ada baiknya membekali diri dengan asuransi perjalanan.

Di sisi lain, pemerintah telah mewajibkan setiap Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Khusus Haji (PIKH) untuk memiliki asuransi perjalanan berbasis syariah. Inilah yang mendorong pertumbuhan pada permintaan produk asuransi syariah.

“Pelaksanaan ibadah haji dan umrah menjadi peluang bisnis yang besar bagi para pemain asuransi. Adira Insurance memiliki produk perjalanan syariah yakni Travelin Syariah.  Melihat potensi ini, kami optimistis Travelin Syariah akan tumbuh lebih besar lagi,” kata Chief Sales and Distribution Officer Adira Insurance, di Jakarta, (10/05/2019).

Tahun lalu, Travelin Syariah melayani lebih dari 160 ribu jemah haji dan umrah. Produk ini dikelola dengan akad Tabarru untuk berbagai risiko dan akad Wakalah bil Ujrah yang mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Saat ini, untuk mendistribusikan produk Travelin Syariah, Adira Insurance menggandeng 215 perusahaan PPIU serta 4 asosiasi haji dan umrah terbesar di Indonesia.

Produk ini memberikan jaminan perlindungan pada pelanggan selama ibadah haji dan umrah. Perlindungannya meliputi biaya perawatan medis, evakuasi medis darurat, repatriasi medis, keterlambatan bagasi, hingga kehilangan barang dan dokumen perjalanan.

“Salah satu keunggulan kami adalah memberikan pembayaran klaim secara cashless. Sehingga, pelanggan bisa tenang saat melakukan ibadah. Produk ini juga bisa digunakan untuk memberikan perlindungan dalam perjalanan apa pun di luar haji dan umrah,” tambahnya.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top