Mshop-leaderboard-mobile
Automotive

Personal Branding Seorang Den Dimas dengan Nge-Vlog

Den Dimas (kredit photo: Instagram @buburayamracer)
Den Dimas (kredit photo: Instagram @buburayamracer)

Memulai hobi berkendara dengan membawa kamera atau umum disebut motovlog sekitar setengah tahun lalu, nama Den Dimas kini sudah cukup terkenal di kalangan YouTuber, khususnya para pecinta sepeda motor. Meski terbilang baru, pria yang menggunakan nama panggung Buburayamracer ini sudah cukup kredibel dan bahkan telah dipercaya untuk menjadi brand ambassador Suzuki untuk produk Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 selama satu tahun. Selain itu, Dimas pun telah menerima beberapa merek di luar dunia otomotif, seperti Uniqlo.

“Untuk brand yang datang, biasanya aku akan menyesuaikan apakah ini bisa dihubungkan ke motor. Motor sendiri pun melingkupi banyak sisi, mulai dari gaya pengemudinya, apparel yang dipakai, dan sebagainya. Channel yang aku gunakan pun bukan hanya YouTube, tetapi juga Instagram (@buburayamracer),” jelas Dimas.

Selain produk, Dimas juga terbuka untuk kampanye yang bernilai positif. Dimas pun sangat mendukung apabila ada produk lokal yang ingin bekerja sama. Menurutnya, merek-merek lokal ini keren dan beberapa dari mereka memiliki keunikan sendiri yang tidak serta merta mengopi dari luar.

Sama seperti para vlogger kebanyakan dalam membuat konten, Dimas tidak mau konten sepenuhnya dari merek terkait. Dimas pun dengan senang hati membuat kontennya sendiri sesuai dengan karakternya.

“Menurutku, vlog ini lebih dari tempat iklan. Itu adalah tempat aku mem-branding diri. Di situ ada pesan aku yang suka foto, suka motret, menghargai karya orang. Selain itu, aku bisa katakan bahwa aku yang lebih tahu mengenai audiensku dan apa konsep yang terbaik,” lanjut Dimas.

Tanggapan para brand pun beragam. Ada yang cocok, ada juga yang kurang cocok. Tapi secara umum, para brand biasanya akan menyampaikan konsep yang mereka punya dan pesan apa yang ingin disampaikan. Namun, pada dasarnya di era sekarang ini, brand sudah ke arah menginginkan konten yang soft selling. Hanya saja, terkadang cerita merek dan karakter tidak Dimas tidak cocok.

Most Popular








To Top