Resource & Energy

Perusahaan Tambang Terbesar di AS Terancam Gulung Tikar

Gambar: Kiplinger

Perusahaan batu bara asal Amerika Cloud Peak Energy di ambang kebangkrutan setelah perusahaan kehilangan tenggat waktu perpanjangan untuk melakukan pembayaraan pinjaman sebesar US$ 1,8 juta beberapa pekan lalu.

Dilansir dari arstechnica, dalam sebuah pernyataan resmi Cloud Peak Energy mengungkapkan bahwa pihaknya akan tetap mengoperasikan tiga tambang batu bara di Wyoming dan Montana selagi menunggu proses restrukturisasi.

“Penjualan aset perusahaan akan memberikan peluang terbaik untuk memaksimalkan nilai Cloud Peak Energy,” kata Colin Marshall, CEO Cloud Peak Energy.

Di samping itu, keresahan juga dialami sebuah kelompok bernama Dewan Sumber Daya Sungai Powder selaku ‘pemilik tanah’ Wyoming. Mereka takut perusahaan tidak mau membayar pekerja dan hasil tambang setelah mengalami kebangkrutan.

“Kami sangat prihatin bahwa pensiun dan pensiun karyawan dan tunjangan kesehatan akan diambil. Selain itu, jutaan dolar pajak ad valorem yang terutang ke negara-negara Wyoming untuk batu bara yang sudah diproduksi akan dibiarkan tidak dibayar,” tulis Bob LeResche, Wakil Ketua Dewan.

Cloud Peak Energy dilaporkan membayar US$ 700.000 pajak tanah lokal sesaat sebelum mengajukan kebangkrutan. Namun Cloud Peak Energy masih meninggalkan tagihan pajak produksi $8,3 juta tambahan yang belum dibayar.

“Ketakutan terbesar kami adalah bahwa reklamasi Cloud Peak akan berhenti, dan bahwa jaminan keuangan yang diisyaratkan oleh hukum akan terbukti tidak memadai,” lanjut LeResche.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top