Mshop-leaderboard-mobile
Consumer Goods

Pisang pun Kini Ada Versi Kelas Atasnya

Pisang pun Kini Ada Versi Kelas Atasnya Banana3-1020x765
Photo Credit: Organic Facts

PT Sewu Segar Nusantara (SSN), distributor buah lokal dengan merek dagang Sunpride meluncurkan submerek dari pisang cavendish-nya dengan nama Highland Banana. Varian yang dinilai lebih manis dari pisang cavendish umumnya itu dipersiapkan untuk menyasar kalangan kelas atas.

Sekilas memang tak ada perbedaan yang mencolok antara pisang cavendish Highland dengan yang telah lama dipasarkan oleh SSN. Hanya saja, anak usaha dari Great Giant Foods yang terafiliasi dengan raksasa Gunung Sewu Kencana ini menyebut bahwa dari segi rasa, Highland Banana dinilai lebih manis karena dihasilkan dari dataran tinggi sekitar 600-700 meter dari permukaan laut.

“Highland Banana Blitar mempunyai kelebihan antara lain rasa lebih manis, aroma pisang lebih kuat, lebih pulen dan kandungan nutrisi lebih tinggi,” kata CEO Sewu Segar Nusantara, Josep Lay melalui pesan singkat kepada Marketeers.

Lebih lanjut, Josep menerangkan, Highland Banana merupakan hasil panen dari kebun yang berlokasi di Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Blitar, Jawa Timur. Perkebunan ini dikelola oleh PT Nusantara Segar Abadi (NSA) yang masih di bawah payung Gunung Sewu.

NSA didirikan pada tahun 2015 dan berperan sebagai pemasok buah untuk SSN. Sebelumnya, SSN memasarkan buah dari Nusa Tropica Farm (NTF) yang memiliki perkebunan buah ribuan hektare di Way Kambas, Lampung. Sedangkan luas lahan kebun NSA memang tak sebesar di Lampung atau hanya 300 hektare. Sekira 100 hektare-nya khusus ditanam pohon pisang.

“Sedang direncanakan menanam buah-buah lain misalnya jambu kristal, alpukat, dan lainnya. Proyeksi panen pisang Cavendish sekitar 500.000 boks pada tahun 2017 (satu boks setara 13 kilogram_red),” terang Josep.

Sampai saat ini, SSN baru memasarkan pisang tersebut di tiga daerah yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jakarta. Produksi yang masih kecil membuat SSN baru bisa memasarkan buah pisang tersebut di pasar modern premium seperti Foodmart, Kem Chicks, Ranch Market 99, Allfresh dan The Foodhall.

Dengan kualitas produk yang lebih unggul serta kanal distribusi (place) yang cukup segmented, membuat harga pisang Sunpride Highland Banana mengalami penyesuaian dibanding pisang cavendish biasa. Harga satu paperpack (setara 700-800 gram atau sekitar 4-5 buah) dibanderol senilai Rp 25.000.

Diversifikasi produk yang dilakukan Sunpride dengan menambah value dari product yang sudah ada (existing) merupakan salah satu usaha yang bisa dilakukan brand dalam meningkatkan frekuensi pembelian produk oleh konsumen. Dengan menawarkan value yang lebih unggul, Highland Banana diyakini mampu meningkatkan basket size belanja konsumen kelas atas, khususnya saat mereka membeli buah di pasar modern.

Jika langkah ini berhasil, tak menutup kemungkinan SSN di masa mendatang bakal memasarkan buah-buahan lokal yang memiliki spesifikasi khusus, seperti misalnya pepaya tanpa biji.

Di sisi lain, Managing Director  SSN Martin Widjaya yang pernah ditemui saat memberikan keterangan mengenai ISO 9001 menyebut bahwa SSN justru sedang meningkatkan penetrasinya di pasar tradisional. Ia bilang, dari 70% porsi jualan SSN di pasar modern, telah berkurang setidaknya menjadi 50%.

(Baca Juga: Dapat Sertifikasi ISO, Apa Tujuan Besar Sunpride)

Adapun setengahnya lagi dipasarkan di pasar-pasar tradisional lewat toko atau penjaja buah. Langkah ini, kata dia, harus ditempuh SSN agar semakin banyak konsumen dapat menikmati buah Sunpride.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Most Popular








To Top