Media

Radio 101 Jak FM Berubah Menjadi JAK! 101 FM, Bedanya?

Radio 101 Jak FM Berubah Menjadi JAK! 101 FM, Bedanya? 1636108SARAPAN-SERU-BANNER-VERSI-1
Kredit foto: JAK! 101 fm

Stasiun radio yang cukup beken dengan siaran pagi, Sarapan Seru bersama penyiar Ronal dan Tike, 101 Jak FM resmi melakukan pembaharuan alias rebranding. Stasiun di bawah naungan Mahaka Group tersebut kini menjadi JAK! 101 FM tepat di usianya yang ke-10 pada hari Selasa (10/1) 2017.

“Hanya diubah sedikit saja sebenarnya. Kata Jak kami pindahkan ke depan sementara 101-nya jadi di belakang. Kalau penempatan branding yang dulu karena kami dikenal sebagai radio. Dengan penempatan JAK! di depan karena kami ingin ke depannya memperlebar bisnis tidak hanya di radio, tapi juga masuk ke ranah digital. JAK! ingin menjadi media multiplatform seperti digital, bahkan sampai ranah film, konser, sampai televisi,” ujar Presiden Direktur JAK! Adrian Syarkawie.

Makanya sekarang ini, ia dan timnya sedang mempersiapkan berbagai infrastruktur dengan matang terutama untuk menghadirkan berbagai media dan konten berbentuk digital. Adrian yakin bahwa platform digital adalah masa depan dari bisnis radio miliknya. Jadi, nantinya konten-konten JAK! tidak hanya bisa dinikmati via radio konvensional tapi juga lewat platform berbasis digital.

Adrian pantas merasa yakin dengan impiannya tersebut karena pertumbuhan dari segi sales dalam satu tahun terakhir pun terbilang sangat baik untuk ukuran radio di Jakarta. “Pemasukan kami bisa naik sampai 30%. Di industri radio itu terbilang luar biasa. Padahal, capital expenditure (capex) kami hanya ada di kisaran 5% sampai 7%. Pertumbuhan pendengar juga 10% sampai 15% per tahun,” sambungnya.

Perubahan nama juga diikuti oleh siaran prime time mereka, Sarapan Seru dengan menghadirkan tiga penyiar sekaligus. Per hari Selasa (10/1) 2017 Ronal dan Tike ditemani oleh penyiar lama yang telah lama vakum sejak 2005 yaitu Melissa Karim. Tujuannya tentu saja untuk menambah ramai siaran pagi dari jam enam sampai sepuluh hari Senin-Jumat tersebut.

Konsep untuk membuat semakin ramai Sarapan Seru itu juga tidak terlepas dari andil pendengar yang memberi masukan. Apalagi pendengar JAK! terutama Sarapan Seru adalah pekerja kantoran yang sedang bermacet ria di tengah perjalanan ke tempat kerja.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Most Popular








To Top