Retail & Property

Rebranding: OLX Ganti Tampilan Demi Gaet Segmen Perempuan

OLX dan pasar perempuan
Kredit foto: Jaka Perdana - Marketeers

Sudah beberapa kali OLX melakukan konsolidasi, mulai dari nama Tokobagus sampai merger dengan Berniaga dan rebranding menjadi OLX. Platformnya tetap sama, yaitu e-commerce yang bergerak di bidang iklan baris untuk mengakomodasi mereka penjaja barang secondhand atau preloved alias bekas. Dalam perjalanannya, OLX ternyata sangat dekat dengan konsumen gender pria namun segmen perempuan belum terakomodasi maksimal.

Maka dari itu OLX mengubah tampilan desain serta menambah beberapa fitur yang diklaim akan semakin memudahkan pengguna. Salah satu tujuannya tentu saja untuk menarik mata kaum perempuan. “Pada 2016 lalu performa kami meningkat terus. Rata-rata pengunjung per bulan mencapai 20,1 juta. Gagdet, kendaraan, sampai properti masih jadi paling laris lalu lalang di OLX. Tapi barang fesyen juga mulai dilirik,” ungkap CEO OLX Daniel Tumiwa di Jakarta pada Selasa (9/2) 2017.

Berdasarkan hasil riset, Daniel mengatakan bahwa OLX masih menjadi platform pemimpin market share di segmen preloved dengan pangsa 67%. Sekitar 33% lainnya muncul dari platform seperti WhatsApp, BBM, sampai platform preloved lain. Dengan fitur tambahan dan tampilan baru ini OLX tidak tanggung-tanggung menargetkan bisnisnya bisa tumbuh 100%.

Fitur baru yang menjadi unggulan adalah keamanan. Sekarang jual beli di OLX diharuskan untuk log in sehingga data penjual jelas dan diketahui asal usulnya. Untuk menjual pun tinggal upload foto lalu masukan nama merek atau brand lengkap dengan jenisnya. “Misal mau jual kamera Canon, tulis saja Canon jenis apa nanti keterangan lain seperti kategori sudah terisi otomatis. Kami maksimalkan kata kunci sehingga sekali tulis langsung terdeteksi,” sambung Daniel.

OLX juga memberikan fitur baru lewat lokasi. Pengguna yang berniat membeli di OLX langsung diperlihatkan rekomendasi penjual barang dicari lewat lokasi terdekat. Sehingga calon pembeli bisa melihat penjual paling dekat lokasinya. Ini untuk memudahkan kedua pihak bertransaksi agar tidak terlalu jauh.

Satu lagi mungkin yang dianggap akan menarik segmen perempuan yaitu fitur chat. OLX mulai menyediakan fitur berkirim pesan tersebut dalam platform sehingga calon pembeli dan penjual bisa mengobrol tawar-menawar langsung. Menurut Daniel, kadang perempuan agak ringkih jika nomor ponselnya diketahui oleh orang yang dikenalnya. Maka dihadirkanlah fasilitas chat tanpa harus menunjukan nomor ponsel.

Pasar Perempuan Menjanjikan

Tren jual beli fesyen di OLX memang menunjukan angka cukup signifikan. Konsumen mulai tidak sungkan untuk berjualan barang-barang seperti tas, sepatu, sampai jam tangan. Di kategori ini sepanjang 2016 tercatat sekitar 43.000 barang terjual per bulannya.

“Salah satu pertimbangan konsumen mau beli barang preloved untuk fesyen adalah lebih baik bekas daripada palsu, grade kw satu atau sebagainya. Seperti jam tangan sebulan laris sekitar 8.000 produk dengan nilai Rp6 miliar. Lalu ada dompet dan tas laku sebanyak 2.600 barang dengan nilai Rp650 juta,” sambung Daniel lagi.

Dan tidak hanya perempuan, Daniel berharap segmen youth atau muda juga ikut terbawa. Dengan tampilan berbeda OLX boleh berharap pasarnya mampu menjangkau pasar lebih luas lagi. Industri e-commerce berbasis iklan baris tidak sendiri. Model ini bertumpu juga dengan model lain seperti marketplace.

Daniel menyatakan bahwa alasan kedua tipe bisnis tersebut bisa nyambung karena ketika konsumen ingin membeli barang baru, ada barang bekas dijual. Tujuannya tentu saja menambah likuiditas ketika akan mengakuisisi barang baru. Ia yakin masyarakat Indonesia dari muda, tua, sampai perempuan mulai tidak sungkan lagi menjual barang bekas, termasuk membeli.

Plus dengan berbagai fitur tambahan, konsumen tidak hanya berperan untuk mission seeking tapi langsung treasure hunting. Konsumen tinggal track barang yang berada di dekatnya sehingga kesempatan untuk mengakuisisi pun kian besar dan mudah. Sistem log in juga diharapkan dapat meningkatkan trust antara penjual dan pembeli utamanya perempuan.

“OLX sekarang bukan hutan belantara lagi karena pengguna harus log in dulu. Kami berharap loyalis tetap menggunakan OLX sembari merambah pasar baru dengan tampilan dan fitur baru,” tutup Daniel.

Most Popular








To Top