Finance

Reksa Dana Bisa Jadi Pilihan Investasi Saat Pasar Masih Fluktuatif

Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif ini, akibat beragam faktor, salah satunya adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China, membuat situasi menjadi naik turun. Bulan lalu, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk menaikan suku bunga acuannya.

Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan pasar saham maupun pasar obligasi Indonesia. Pelemahan yang disebabkan oleh cepatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, sentimen negatif emerging market dan kenaikan harga minyak ini sudah diantisipasi oleh Indonesia diantaranya dengan menaikkan suku bunga acuan, kebijakan B20 untuk menghemat impor bahan bakar minyak, dan aturan mengenai revisi tarif pajak penghasilan atas barang impor.

Lebih lanjut, tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China diperkirakan akan sedikit mereda seiring dengan akan dilaksanakannya mid-term election di Amerika Serikat pada awal November 2018 karena Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan lebih meredam aksinya terutama terkait perang dagang tersebut. Di bulan Oktober ini juga, investor akan fokus pada hasil laporan keuangan emiten kuartal III-2018.

Sementara, dari sisi domestik, perhelatan dua acara besar internasional yakni pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali dan Asian Para Games di Jakarta diharapkan dapat menjadi magnet untuk mengundang kembali dana investor asing yang sempat keluar dengan melihat Indonesia sebagai negara dengan fundamental yang kuat dan memiliki kemampuan untuk mengelola nilai tukar yang sedang melemah.

Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat yang positif memungkinkan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga di penghujung tahun 2018. “Kenaikan suku bunga yang disertai oleh pertumbuhan ekonomi memberikan sentimen positif untuk pasar saham sehingga untuk nasabah dengan profil risiko growth masih mempertahankan porsi saham di 70%,” kata Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif ini, Bank Commonwealth merekomendasikan reksa dana sebagai pilihan utama di bulan Oktober untuk investasi jangka panjang. Ivan menambahkan, reksa dana saham merupakan pilihan tepat untuk nasabah yang memiliki rencana investasi jangka panjang dan memiliki profil risiko yang tinggi dengan kondisi pasar saat. Namun, jika investasi hanya akan dilakukan dalam waktu singkat, investasi reksa dana pasar uang tepat untuk dilakukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk investasi dua bulan ke depan adalah hasil laporan keuangan emiten kuartal III-2018 yang jadwalnya dimulai tanggal 12 Oktober 2018 untuk Indonesia, isu perang dagang lanjutan antara Amerika Serikat dan China, serta mid-election AS pada bulan November 2018.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

MARKETEERS X

Most Popular








To Top