Mshop-leaderboard-mobile
Finance

Gandeng Bareksa, Schroders Garap Millennials

perusahaan investasi global
Karaniya Dharmasaputera, Komisaris Bareksa dan Michael Tjoajadi, Direktur Utama PT Schroders Investment Management Indonesia

Riset Roubini ThoughtLab menyebutkan saat ini perusahaan investasi global tidak lagi bersaing dengan sesama perusahaan finansial, melainkan bersaing dengan perusahaan teknologi semacam Amazon dan Google.

Riset tersebut juga menunjukkan dari 1.503 perusahaan investasi di 15 negara, sebanyak 99% para penyedia investasi ini melakukan proses transformasi digital untuk mengantisipasi terjadinya transfer kekayaan ke generasi millennials. Pada tahun 2020, generasi millennials akan berada pada rentang umur 20-40 tahun yang merupakan usia produktif.

Transformasi digital saat ini juga sudah diterapkan oleh PT Schroders Investment Management Indonesia. Sebagai perusahaan manajer investasi dengan jumlah dana kelolaan terbesar di Indonesia yakni senilai Rp 83,52 triliun, melihat bahwa generasi millennials adalah generasi yang perlu dibimbing terkait dengan pemahaman investasi. Schroders Indonesia menggandeng platform marketplace reksa dana Bareksa untuk memperluas jangkauannya di kalangan millenial.

“Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat Indonesia untuk berinvestasi, guna menunjang program edukasi dan inklusi keuangan yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Michael Tjoajadi, Direktur Utama PT Schroders Investment Management Indonesia di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Adapun pada tahap awal, Bareksa.com akan menawarkan tujuh produk Schroders mulai dari Rp 100 ribu, diantaranya adalah Reksa Dana Schroder Dana Likuid, Dana Kombinasi, Dana Terpadu II, Dana Mantap Plus II, Dana Andalan II, Syariah Balanced Fund, dan Dynamic Balanced Fund. Produk reksadana yang ditawarkan oleh Schroders ditujukan kepada para calon nasabah yang belum pernah melakukan investasi di reksadana. Bila produk yang ditawarkan langsung berupa aset saham akan membuat calon nasabah tidak siap karena pergerakan yang tidak stabil dan risiko yang besar.

“Kami di Bareksa dengan Schroder memiliki visi yang sama. Penetrasi investasi di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain. Dengan penetrasi smartphone yang tinggi di Indonesia, bisa menjadi kesempatan yang besar buat kami semua dalam meningkatkan penetrasi investasi Indonesia,” terang Karaniya Dharmasaputera, Komisaris Bareksa.

Bisa dibilang kolaborasi Schroder dengan Bareksa untuk menarik minat kalangan millennials tepat sasaran. Sebanyak 78% nasabah Bareksa berada dalam rentang umur 19-35 tahun dengan profesi mulai dari pelajar, profesional muda, entrepreneur, dan lainnya.

Editor: Sigit Kurniawan

 

Most Popular








To Top