Mshop-leaderboard-mobile
Government & Public Services

SDM Jadi Kunci Transformasi Pelindo I

Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) dianggap Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) Hamied Wijaya kerap menjadi hal yang di nomor sekiankan dalam bisnis. Ia berpendapat, manajemen SDM justru menjadi faktor kunci penggerak bisnis.

Sebagai salah satu bagian dari bentuk transformasi Pelindo I, SDM telah mengalami serangkaian perubahan yang diyakini Hamied tak sekadar mendorong pertumbuhan perusahaan, melainkan melampaui target yang diharapkan.

Perkembangan teknologi dikatakan Hamied telah menuntut Pelindo I untuk melakukan perubahan. “Untuk dapat survive di tengah perkembangan teknologi, bisnis, dan masuknya investasi asing, bisnis pelabuhan harus berubah. Tidak lagi sekadar menjadi port operator, Pelindo I harus professional dengan meyasar peluang bisnis lain, berinovasi, dan menjamin kualitas SDM,” terang Hamied di Jakarta, Senin (25/09/2017).

Dalam praktik, sistem manajemen SDM Pelindo I telah mengalami perubahan. Guna mendorong kinerja produktif para pekerja, Hamied menjelaskan sistem ini disusun dalam rumusan manajemen kinerja elektronik, manajemen surat menyurat, manajemen arsip elektronik, dan lain-lain. Nantinya, gaji yang diberikan kepada para pegawai akan mengikuti hasil kinerja pegawai berdasarkan sistem ini.

“Untuk mendorong kemajuan Pelindo I dari sisi SDM, kami telah mengubah komponen gaji pegawai. Jika sebelumnya sistem gaji dibuat dengan perhitungan porsi gaji tetap sekitar 70%, sementara gaji variabel 30%, saat ini porsi gaji pokok diubah menjadi 30-40%, sedangkan gaji variabel 70%,” jelas Hamied.

Tidak akan mengurangi gaji karyawan, Hamied memastikan sistem ini justru memungkinkan pegawai memperoleh gaji yang lebih tinggi ketika mereka mampu melampaui target yang sesuai dengan Key Performance Indicator (KPI).

Tak mengelak, Hamied mengaku cukup sulit dalam mentransformasi persoalan SDM Pelindo I. Pasalnya, budaya kerja yang kental terjadi seperti politik kotor di kantor. Melalui sistem ini, penilaian pegawai akan berjalan lebih efektif.

Pasca mengadakan transformasi ini sejak tahun 2014, Pelindo I mencatat employee engagement mereka meningkat dari skor 3,4 pada tahun 2014 menjadi 4,05 pada tahun 2015. Hal ini tidak terlepas dari perubahan sistem manual yang diganti menjadi proses MKE.

Laporan tahunan diubah menjadi laporan bulanan yang mendorong pegawai untuk melaporkan hasil kerja mereka yang nanti akan menentukan penilaian yang berdampak pada gaji variabel yang akan diperoleh.

“Jadi, kaitan Antara SDM dan bisnis sangat besar. Terkadang sejumlah orang mengatakan marketing berbeda penangannya dengan SDM, tetapi menurut saya manajemen SDM sebagai supporting business sangat menentukan ujung tombak keberhasilan suatu perusahaan, dan itu terbukti di Pelindo I, ” tutur Hamied.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top