MarkPlus Conference 2019

MarkPlus Conference 2019
Lifestyle

Sepuluh Rekomendasi Destinasi Wisata Sumsel

Photo Credits: Flickr/ Anjar Photography

Wilayah Sumatera Selatan, tepatnya Palembang sebentar lagi akan kedatangan banyak pengunjung. Pasalnya, Palembang terpilih menjadi salah satu tuan rumah Asian Games 2018. Nah, untuk kamu yang berencana mengunjungi wilayah ini, Kementerian Pariwisata telah merilis sepuluh rekomendasi destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi. So, check this out!

Benteng Kuto Besak

Keraton yang dibangun sejak 1780 ini menjadi pusat Kesultanan Palembang. Venue Benteng Kuto Besak pun kerap digunakan sebagai temat penyelenggaraan festival dan panggung hiburan warga Palembang. Berlatar belakang Sungai Musi dan Jembatan Ampera menjadikan destinasi wisata ini kian ikonik dan instagramable.

Museum Balaputra Dewa

Terletak diĀ  pegunungan Bukit Barisan, sisi barat Sumatera Selatan, Museum Balaputra Dewa menyimpan berbagai koleksi zaman pra-sejarah, kesultanan Palembang, dan Kolonialisme Belanda. Lokasi ini juga menjadi tempat menyimpan banyak koleksi arca dari zaman kebudayaan batu besar (megalith) di Sumatera Selatan.

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS)

Bagi kamu yang gemar melihat barang-barang purbakala, TPKS bisa menjadi destinasi tepat bagimu. Pasalnya, tempat ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan purbakala zaman Kerajaan Sriwijaya. Lokasi ini juga diduga sebagai tempat berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Adanya sistem jaringan air di lokasi ini mengindikasikan bahwa kawasan ini telah ditinggali masyarakat yang ahli di bidang tata air dan kemaritiman sejak dahulu kala. Lokasi ini terus direvitalisasi atau ditata ulang guna menjaga peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini.

Museum Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II

Berdiri di atas bangunan Benteng Koto Lama (Kuto Tengkurokato Kuto Batu), lokasi ini menjadi tempat Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) memerintah. Mirip dengan TPKS, SMB juga memiliki koleksi benda bersejarah. Ada 556 koleksi benda bersajarah bekas peninggalan hingga Kesultanan Palembang di lokasi ini.

Kampung Kapitan

Kental dengan akulturasi antara budaya Palembang dan Tionghoa, Kampung Kapitan menjadi kawasan yang kaya akan nilai budaya. Mulai dari struktur bangunan rumah, hingga adanya sebuah Batu Pagoda setinggi 2,5 meter di lokasi ini menjadi bukti kekayaan akulturasi budaya di wilayah ini.

Bukit Siguntang

Terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Bukit Siguntang sempat menjadi tempat ibadah keluarga Kerajaan Sriwijaya sekaligus tempat pertapaan. Lokasi ini juga memiliki banyak makam raja, bangsawan, dan pahlawan melayu Sriwijaya yang sering dijadikan tempat berziarah.

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro yang berarti Pulau Kemarau dalam Bahasa Palembang terletak sekitar lima kilometer dari jembatan Ampera. Ada yang unik dari pulau ini. Pasalnya, tidak pernah ada genangan air di pulau ini meskiĀ  volume Sungai Musi meluap. Di sisi lain, Pulau Kemaro juga menyimpan legenda cinta antara Putri Raja Palembang (Siti Fatimah) dengan anak Raja China (Tan Bun Ann). Di sini terdapat pula sebuah kelenteng Budha yang banyak menarik pengunjung.

Kampung Al-Munawar

Wilayah ini menjadi salah satu destinasi yang kini mulai dilirik wisatawan. Akrab disebut sebagai Kampung Arab, destinasi ini terletak di wilayah 13 Ulu, Palembang. Sejarah mencatat, asal usul lokasi ini bermula ketika pada 1825, pemerintah Belanda melakukan pendekatan terhadap Etnis Arab dengan menunjuk seorang pemimpin dengan pangkat Kapten. Kapten Arab terakhir di sini diketahui sebagai Ahmad Al-Munawar yang wafat pada 1970. Di lokasi ini, kamu juga bisa melihat deretan rumah tua yang diboyong langsung dari Eropa. Rumah-rumah ini terbuat dari kayu ulin dan batu marmer sejak 250 tahun lalu.

Museum Al-Quran Al-Akbar

Bagi kamu yang ingin melakukan wisata religi, Museum Al Quran Raksasa bisa jadi pilihan. Berlokasi di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, Palembang, museum ini terbilang cukup instagramable dan menjadi wisata unggulan. Di sini, kamu bisa melihat Al-Quran raksasa yang dipahat di permukaan kayu tembesu sepanjang 177cm dengan lebar 140cm, dan ketebalan 2,5cm. Tidak hanya menarik bagi wisatawan lokal, wara-wiri wisatawan mancanegara pun terlihat di lokasi ini.

Jembatan Ampera

Siapa yang tak pernah mendengar Jembatan Ampera? Yup! Jembatan ini memang telah menjadi ikon kota Palembang sejak puluhan tahun lalu. Terletak di tengah kota Palembang, jembatan ini menjadi penghubung daerah Seberang Ilir dengan Seberang Ulu yang terpisah oleh Sungai Musi. Nama Jembatan Ampera tentu sudah tidak asing lagi. Jembatan ini telah menjadi ikon kota Palembang selama puluhan tahun. Letaknya berada di tengah-tengah kota Palembang, menghubungkan daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu yang dipisahkan oleh Sungai Musi.

Seiring perkembangan zaman, jembatan ini telah mengalami banyak perubahan. Namun, jembatan ini masih menjadi objek wisata yang menarik bagi para wisatawan. Mengunjungi jembatan ini saat malam hari merupakan waktu terbaik. Pasalnya, kamu dapat menikmati keindahan Jembatan Ampera dengan lampu yang berwarna-warni sambil melihat pemandangan kota Palembang di malam hari.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top