Grapeshot Leaderboard
Finance

Tahun 2018, Sequis Mantap Dengan Kanal Asuransi Digital

Kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi semakin meningkat. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan pada kuartal 3 tahun 2017, Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat Total Pendapatan Premi Rp 139, 27 triliun, nilai ini meningkat 20% dari pencapaian tahun 2016 pada periode yang sama. Proyeksi industri asuransi jiwa di Indonesia menjanjikan prospek yang sangat baik ke depannya. Pengalaman selama ini membuktikan bahwa dalam kondisi perekonomian yang biasa saja, industri asuransi jiwa tetap tumbuh. Adapun estimasi pertumbuhannya sendiri berkisar di angka antara 10% hingga 30%.

“Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia selalu meningkat dalam kisaran 10% hingga 30%. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 255 juta, hanya sekitar 7,5% yang memiliki asuransi. Jelas bahwa pasar asuransi jiwa di Indonesia masih terbuka luas,” ucap Hendrisman Rahim, Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Bagi pelaku dalam industri asuransi  yang mampu berinovasi di tengah kemajuan teknologi bisa meraup kue yang cukup besar. Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa pelaku di industri ini dengan mengkolaborasikan teknologi dan bisnis asuransi.

Salah satunya adalah PT Asuransi Jiwa Sequis Life. Sequis Life sendiri mencatat Total Pendapatan Premi (Bruto) sebesar Rp 2,37 triliun yang disumbang oleh Premi Bisnis Baru (Bruto) sebesar Rp 467 miliardan  Premi lanjutan (Bruto) sebesar Rp 1,907 triliun. Peningkatan ini dapat menjadi salah satu indikator naiknya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi.

Kehadiran teknologi telah menyentuh areapemasaran yang akhirnya memengaruhi strategi pemasaran dan peta distribusi. Perubahan ini menuntut tenaga pemasar harus segera beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Dalam hal ini, inovasi dan kecepatan menjadi sangat penting.

Menjawab tantangan tersebut,berbagai kemudahan bagi tenaga pemasaran agar dapat melayani nasabah lebih baik, mulai dilakukan oleh banyak perusahaan. Sequis pun menangkap perubahan ini sebagai kesempatan berinovasi yaitu dengan melengkapi sistem aplikasi multi-platform untuk tenaga pemasarannya yang diberi nama Sequis eZ.

Dengan menggunakan Sequis eZ , tenaga pemasaran dapat menjadi perencana keuangan yang profesional dan memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada calon nasabah dan kantor pusat.

“Dengan sistem yang canggih dalam menawarkan produk asuransi tentu sangat memudahkan tenaga pemasaran. Kami memandang penting melengkapi tenaga pemasar dengan fasilitas yang canggih sekaligus memberikan kesan modern sehingga dapat membantu membangun kepercayaan calon nasabah serta memberikan customer experience yang unik dan berbeda sehingga dengan adanya Sequis eZakan memudahkan tenaga pemasaran Sequis melakukan aktivitas penjualan. Mulai dari presentasi, pembuatan ilustrasi dan mengisi Surat Pengajuan Asuransi Jiwa elektronik (e-SPAJ),” ujar Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah.

Hal ini dibenarkan oleh Head of IT Innovation Center Health SBU PT Asuransi Jiwa Sequis Life Sandy Gunawan, bahwa Sequis Ez dirancang sedemikian rupa agar mudah digunakan oleh tenaga pemasaran Sequis.

“Kami telah melengkapi panduan penggunaan aplikasi dengan penjelasan yang sederhana agar mudah dipahami. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan pertanyaan umum serta panduan cara membayar premi sehingga jika ada pertanyaan dari nasabah maka agen dapat segera memberikan jawaban,” ujar Sandy.

Masih menurut Sandy, sejak penggunaan Sequis eZ di kalangan tenaga pemasaran disosialisasikan, efektivitas pengajuan polis asuransi ikut meningkat. Pada November 2017, sebanyak ±65% SPAJ dilakukan melalui Sequis eZ dan 50% diantaranya langsung disetujui  (auto accepted oleh sistem expert underwriting) dalam hitungan menit (± 1-5 menit). Setelah e-SPAJ disetujui maka calon nasabah bisa langsung melakukan pembayaran pertamanya secara langsung melalui payment gatewaysehingga polis dapat segera aktif dan perlindungan pun langsung berjalan.

Di tahun 2018, perusahaan menargetkan penggunaan Sequis eZ bisa mencapai 80% dari total SPAJ. Dengan Sequis Ez, tenaga pemasaran Sequis tentunya dapat menjadi agen asuransi yang kekinian yang siap memasuki era digital.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top