Government & Public Services

Sertifikasi Jadi Kendala Minimnya Ayam Probiotik

Photo Credit: Chicken Waterer

Ayam probiotik memang baru familier di kalangan masyarakat yang makin sadar akan gaya hidup sehat. Namun, sayangnya, produksi ayam probiotik masih terlampau minim. Kondisi itu membuat ayam ini hanya dijual di outlet ritel premium.

Salah satu yang menjadi kendala minimnya ayam probiotik justru disebabkan karena mahalnya biaya sertifikasi. Padahal, peternak di Indonesia dianggap sudah mampu memanen ayam probiotik yang dinilai lebih menyehatkan ini.

“Biaya sertifikasi sebaiknya diberikan insentif dari pemerintah untuk mendorong peternak menjual ayam probiotik, sehingga masyarakat bisa mengonsumsi ayam yang lebih sehat,” kata Jarot Seno Puguh, Direktur Utama PT Biotech Inti Organik saat ditemui Marketeers di KFC Kemang, Kamis, (5/4/2018).

Ia menambahan, setiap sertifikasi untuk sebidang tanah memakan biaya Rp 25-50 juta dan berlaku selama empat hingga lima tahun. Artinya, jika tahun jatuh tempo selesai, peternak mesti memperpanjang sertifikat dan membayar kembali sejumlah uang. Saat ini, ada delapan lembaga sertifikasi untuk kategori peternakan. Salah satunya adalah perusahaan negara PT Superintending Company of Indonesia (Persero) atau Sucofindo.

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia peternakan, Jarot mengamati bahwa tren bahan pangan dan ternak organik kian meninggi, khususnya di kota-kota besar. Ia bilang, pertumbuhan permintaan daging organik mencapai 10%-20% per tahunnya.

“Kota besar menjadi basis konsumsi produk peternakan organik. Saya rasa, suatu hari nanti semua rantai makanan mengadopsi makanan organik karena pengerjaannya sebenarnya tidak sulit,” terang dia.

Perusahaannya tengah bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, perusahaan peternak ayam yang juga memasok 50% kebutuhan ayam di jaringan fast-food KFC Indonesia. Perusahaan itu tengah berupaya memproduksi ayam probiotik untuk konsumen pecinta ayam cepat saji.

“Kami baru bisa memproduksi dalam tonase yang kecil, yaitu 8.000-10.000 ton per minggu,” ujar dia,

Melalui perusahaannya yang lain, PT Swasembada Organis, Jarot juga menawarkan beras organik yang pula telah digunakan oleh KFC Indonesia. Hampir 100% beras yang digunakan oleh KFC adalah beras organik.

“Beras organik memiliki kandungan protein dan karbohidrat lebih baik. Safe life atau masa hidup nya pun lebih lama,” papar dia.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular








To Top