Mshop-leaderboard-mobile
Government & Public Services

Upaya Sulawesi Tengah Lepas Dari Cap Tidak Aman

Upaya Sulawesi Tengah Lepas Dari Cap Tidak Aman Gubernur-Sulawesi-Tengah
123rf.com

Selama beberapa tahun terakhir, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sering dicap sebagai wilayah yang tidak aman. Kota Poso yang berada di wilayah Sulteng kerap diberitakan media sebagai lokasi konflik. Tidak ingin terus-terusan dicap tidak aman, Sulteng mulai berbenah dan menggarap gelaran-gelaran acara wisata yang menghapus stigma tidak aman terkait Sulteng.

Satu event yang akan segera dilangsungkan di Sulteng adalah lomba sepeda Tour de Central Celebes (TDCC). Gelaran ini akan diadakan pada 6-8 November 2017. Event balap sepeda ini akan diikuti 150 peserta dari 14 negara.

TDCC 2017 akan menempuh jarak sepanjang 491.4 Km terbagi menjadi tiga etape. Pada etape pertama, para pembalap akan melintasi Kabupaten Tojo Una Una sampai Kabupaten Poso dengan jarak 192 km. Di etape ke dua yang menempuh jarak 143.6 km akan melewati Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong. Di etape terakhir, para pebalap akan menempuh jarak 143.3 yang melintasi Kabupaten Parigi Mouting hingga Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Selain main event, terdapat pula berbagai kegiatan pendukung yang akan diselenggarakan dilokasi start maupun finish di masing-masing etape seperti Festival Seni dan Budaya serta beberapa booth pameran.

“Event ini juga mendorong masyarakat lokal untuk tampil di pertunjukan aneka seni musik, tari dan budaya yang ada Sulawesi Tengah. Nantinya akan disaksikan para pebalap mancanegara,” Longki Djanggola, Gubernur Sulawesi Tengah di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Dengan gelaran ini tentunya akan meningkatkan citra pariwisata dari Sulteng. Setidaknya para peserta TDCC bisa menikmati keindahan pariwisata Sulteng yang memang beragam. Semenjak fenomena gerhana matahari total pada tahun 2015, Sulteng menyadari bahwa potensi pariwisata disana bisa meningkatkan citra Sulteng secara nasional dan internasional.

“Semenjak itu kami lihat ada peluang dan prospek yang bisa dikembangkan. Misalkan Kepulauan Togean yang mirip dengan Raja Ampat, rata-rata pengunjungnya adalah turis asing,” tambah Longki.

Selain Togean, Sulteng juga memiliki potensi pariwisata lainnya seperti Pusentasi, Jembatan Palu, Gunung Gawalise, Cagar Alam Morowali, Taman Nasional Lore Lindu, Tugu Perdamaian, dan Danau Poso.

Kunjungan wisatawan ke Provinsi Sulteng, realisasi tahun 2016 mencapai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 57.461 dan wisatawan nusantara (wisnus) 3.019.448. Dan tahun ini, diproyeksi akan menigkat dengan target wisman 75 ribu serta wisnus 3.7 juta.

Editor: Sigit Kurniawan

 

Most Popular








To Top