Government & Public Services

Sulitnya Mencari SDM Perhotelan untuk Level Manajerial

Sulitnya Mencari SDM Perhotelan untuk Level Manajerial UfwWw1_IMGL4880

Industri perhotelan di Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia yang kompeten. Meski banyak SDM yang terserap, namun belum bisa dikatakan mereka semua telah memenuhi standar. Padahal, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar di mana lebih dari setengah penduduk adalah generasi muda. Hal ini disampaikan Rosmalia, Independent Hospitality Advisor di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Tenaga kerja itu banyak, tapi mereka yang memilki talenta dan keterampilan yang mumpuni itu kurang. Ini yang menjadi ketakutan terbesar saya. Dalam setiap bisnis, manusia itu sangat penting,” kata perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai CMO PT Lippo Karawaci Tbk Hospitality & Leisure Group.

Ia melanjutkan, apalagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, perusahaan akan semakin terbuka untuk mempekerjakan sdm dari negara-negara lain. Tanpa ada pendidikan dan keahlian, masyarakat Indonesia akan kalah bersaing. Sangat disayangkan bila potensi sdm di Indonesia yang begitu besar akan tergantikan dengan ekspatriat.

Rosmalia mengaku mencari orang-orang untuk mengisi level manajerial itu sulit. Tak semudah mencari staf. Hal ini tentunya menjadi sebuah tantangan. “Untuk servis mereka sangat baik. Namun, untuk berpikir cepat dan proaktif itu kurang. Biasanya mereka akan melakukan sesuatu ketika diperintah. Padahal, hal tersebut tidak berlaku. Sekarang, kita harus punya inisiatif ,” papar Rosmalia.

Selain itu, biasanya mereka yang memilik talenta bagus akan bekerja di luar negeri. Jadi, lanjut Rosmalia, hotel di Indonesia kekurangan sdm yang berkualitas. Selain itu, Rosmalia menyoroti tentang pendidikan di sekolah perhotelan yang dinilai masih kurang. Di sekolah, imbuh Rosmalia, materi pelajaran masih disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Sehingga siswa tidak terbiasa menggunakan Bahasa Inggris. Padahal, ketika mereka bekerja, mereka akan menerima dan melayani tamu internasional. 

“Kalau untuk bekerja di daerah bisa saja menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi, kalau mereka ingin berkarier di kota-kota besar, merek harus menguasai Bahasa Inggris. Kalau tidak, hotel akan menarik staf dari Singapura, Malaysia, maupun India,” jelasnya.

Bukan hanya keahlian yang perlu ditingkatkan, jelas Rosmalia, tapi generasi muda perlu pendidikan. Generasi muda Indonesia harus berpendidikan. Untuk meningkatkan pendidikan, Rosmalia mengajak insan perhotelan yang berpengalaman untuk berbagi ilmu dengan mengajar generasi muda.

Editor: Sigit Kurniawan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular








To Top