Markas Kaskus Leaderboard
Consumer Goods

Tiga Kunci China Jadikan Lanzhou Beef Noodles Sekelas KFC

Su Yong berambisi membawa Lanzhou Beef Noodles sekelas KFC
Su Yong, Director of International Communication Office of Lanzhou the CPC

Masyarakat China, khususnya yang bermukim di kota Lanzhou, Provinsi Gansu memiliki kebiasaan menyantap mie (lamian) di pagi hari. Kebiasaan ini dilahirkan sejak 112 tahun lalu oleh seorang penemu Lanzhou Beef Noodles, Ma Baozi. Hingga saat ini, memakan mie -khususnya Lanzhou Beef Noodles, menjadi budaya. Lanzhou Beef Noodels selanjutnya diperkenalkan ke masyarakat dunia dan dibangun mereknya hingga menjadi sekelas KFC, McDonald’s, dan lain-lain. Untuk itu, pemerintah bersama para pengusaha Lanzhou Beef Noodles punya tiga kunci membangun brand dari Lanzhou Beef Noodles.

“Tugas besar kami di sini adalah memperkenalkan Lanzhou Beef Noodles ke masyarakat dunia sebagai simbol dari budaya masyarakat Lanzhou. Makanan kami pilih karena produk ini tidak ada batasnya dan bisa menjadi alat komunikasi yang baik antarmasyarakat di seluruh dunia,” jelas Su Yong, Director of International Communication Office of Lanzhou the CPC.

Su Yong melanjutkan, seluruh elemen di atas memiliki tiga kunci sukses. Pertama, para pengusaha Lanzhou Beef Noodles menawarkan kualitas produk yang baik. Dalam hal ini, warisan resep yang dipertahankan dan keahlian dalam memasak terus dijaga. Untuk mencapai misi tersebut, di Lanzhou terdapat sekolah untuk membuat Lanzhou Beef Noodles, Xinglong Training School. Tercatat, sudah lebih dari ratusan siswa lokal dan internasional yang belajar di sana.

“Banyak dari murid internasional kami yang belajar di sini dan berencana untuk membuka restoran Lanzhou Beef Noodles di negara masing-masing. Di sini, mereka diajarkan bukan hanya membuat mie yang baik dan indah saja, tetapi teknik memasak, meracik bumbu dan seluruh proses memasak Lanzhou Beef Noodles kami bekalkan,” ujar Zhang Guimei, salah satu Master Lanzhou Beef Noodles di Xinglong Training School.

Selain itu, bahan masakan pun sangat diperhatikan. Sebagian besar didatangkan dari China dan beberapa negara di ASEAN untuk kebutuhan restoran Lanzhou Beef Noodles di beberapa negara, yang saat ini sudah ada di 40 negara. Membuat Lanzhou Beef Noodles ini pun tidak singkat. Meski tergolong sebagai makanan cepat saji, tapi setidaknya membutuhkan waktu sebanyak tujuh jam dengan sepuluh langkah yang harus dilalui untuk membuat semangkuk Lanzhou Beef Noodles yang lezat.

Lanzhou Beef Noodles

Lanzhou Beef Noodles

Kedua, layanan yang baik. Seperti membangun bisnis pada umumnya, produk yang baik saja tidak cukup. Produk yang baik harus disampaikan dengan layanan yang baik pula. Dalam menarik perhatian konsumen, tidak sedikit restoran Lanzhou Beef Noodles yang kerap beratraksi ketika membuat mie mereka. Atraksi mengubah adonan menjadi berbagai jenis bentuk mie dilakukan secara menarik dan atraktif. Atraksi ini menjadi salah satu daya tarik konsumen, khususnya para wisatawan yang berkunjung ke Lanzhou.

Ketiga, fokus dalam menggarap pasar. Dalam hal ini, para pengusaha diarahkan untuk memenuhi segala macam kebutuhan ketika memasuki satu pasar baru. Membaca kondisi pasar, seperti kebiasaan masyrakat suatu negara dalam mengkonsumsi kudapan mie, suhu dan cuaca, hingga keberadaan bahan baku menjadi pertimbangan sebelum memasuki suatu negara.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu jaringan restoran besar, Oriental Palace Food yang sudah memiliki 400 restoran di China, Australia dan Amerika Serikat. Bagi mereka, pasar Ameria Serikat dan Australia saat ini adalah pasar yang paling memungkinkan bagi mereka untuk masuk. Keberadaan musim dingin di sana menjadi pertimbangan.

“Kami tengah mengedukasi 11 negara, seperti jepang, Korea, Thailand, Malaysia, Singapura, dan yang lainnya mengenai Lanzhou Beef Noodles. 2019, kami akan agresif untuk masuk ke pasar ASEAN. Kami berencana membuka 1000 restoran di seluruh dunia,” ujar Ma Jun, Group General Manager Oriental Palace Halal Food Group co., LtD.

Menyajikan produk yang halal pun menjadi pertimbangan dari Ma Jun dalam mengembangkan jaringan restorannya. Dan memang Ma Jun dan keluarganya yang mengembangkan restoran adalah muslim. Meski begitu, baginya makanan halal yang ditampilkan dengan sertifikat halal menjadi kekuatan mereka untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

“Dengan tiga fokus ini, kami berharap Lanzhou Beef Noodles sebagai culture brand Kota Lanzhou bisa memiliki ekuitas merek yang tinggi layaknya KFC di seluruh dunia,” imbuh Su Yong.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X

Most Popular

HOMEDEC Ads
IIMS 2018 Ads







To Top