SMEMBA 2018 Leaderboard
Career

Tips Melatih Konsentrasi Penuh di Tempat Kerja

Ilustrasi: 123rf

Tidak sedikit dari para pekerja yang kesulitan membentuk fokus dan konsentrasi ketika di tempat kerja, khususnya ketika sedang rapat. Sebagai karyawan yang sibuk, kita sering kesulitan fokus pada satu hal. Kondisi ini bisa terjadi karena beban tugas yang begitu banyak. Padahal, kita harus punya kemampuan untuk fokus pada satu pekerjaan.

Menurut sebuah studi, konsentrasi penuh (pada satu hal) dapat berhubungan langsung dengan empati, kerja kognitif, kesehatan dan kesejahteraan di tempat kerja. Konsentrasi yang dimaksud di sini adalah tindakan untuk memberikan perhatian penuh, menerima dengan kesadaran, tanpa menghakimi satu hal.

Mengutip dari situs Qerja, kamu bisa melatih diri agar selalu bisa konsentrasi penuh setiap saat. Berikut latihan konsentrasi penuh yang bisa dilakukan setiap hari di tempat kerja seperti disarikan dari situs Institute fo Healthcare Improvement.

Mengambil jeda saat pertama kali sampai di depan komputer.
Rasakan berat kaki kamu di kursi dan tekanan kaki saat menyentuh lantai. Tarik napas perlahan. Kemudian, sedikit demi sedikit percepat tarikan dan hembusan napas. Cobalah berhitung sampai tiga pada saat menghirup dan menghembuskan napas. Sesuaikan waktu menarik dan menghembuskan napas yang terasa paling menenangkan bagi tubuh

Saat mencuci tangan, diamlah sebentar.
Perhatikan saat kamu meraih sabun, menyebarkannya di tangan. Gerakan tangan sampai sabun menyebar, rasakan suhu air dan tekstur sabun. Perhatikan setiap langkah mencuci sabun. Jangan biarkan pikiran mengelana ke mana-mana. Ambil napas terbuka, dan biarkan sensasi fisik di tangan itu mengingatkan kamu untuk fokus saat menghadapi interaksi berikutnya.

Saat pertama kali menghadapi seseorang, perhatikan beberapa detail tentangnya, Seperti warna mata, ekspresi wajah, atau cara berdiri. Saat kamu memerhatikan detail ini, ambil napas beberapa saat. Kemudian, perhatikan sepenuhnya interaksi kamu dengan orang tersebut. Jika pikiran kamu mengembara, segera kembalikan fokus kepada lawan bicara.

Jika ada waktu sebelum pertemuan penting, ambil jeda selama 30 detik atau lebih. Tarik napas yang menenangkan dan rasakan tubuh kamu. Kemudian berusahalah untuk berinteraksi dengan lawan bicara yang penting di hadapan kamu dengan penuh perhatian.

Saat kamu melakukan tugas yang membutuhkan fokus untuk waktu yang lama. (misalnya membaca dan mengerjakan tugas di depan layar komputer). Secara berkala, biarkan penglihatan kamu meluas. Jangan hanya fokus pada buku atau layar tersebut. Tarik napas yang menenangkan dan perhatikan perasaan istirahat di tubuh kamu.

Menutup mata, buka telinga dan mendengarkan dari kejauhan.
Lakukan hal ini secara berkala sepanjang hari. Aktivitas ini seperti memperluas visi perifer kamu. Cukup gunakan pendengaran sebagai gantinya. Biarkan suara datang dan pergi tanpa terlibat dalam cerita tentang suara apa itu. Secara khusus, perhatikan dan nikmati pengalaman menyenangkan dan kelapangan saat kamu mendengarkan suara di kejauhan.

Bila merasa tegang, lepaskan diri dari situasi tersebut selama satu atau dua menit. (Kamar mandi kantor adalah tempat yang tepat untuk melakukan ini). Kamu harus memahami bahwa seseorang –diri sendiri atau siapa pun- bisa merasa tertekan. Kamu harus menerima perasaan itu dan mengatakan, ”Ya, saya bisa merasakan hal ini” Letakkan tangan kamu di dada atau dalam posisi menenangkan, bernapas, dan ulangi frase welas asih untuk diri sendiri beberapa kali.

Sebelum, selama, atau setelah situasi sulit, jeda sesaat.
Rasakan kaki kamu dengan kuat menginjak bumi dan ulangi hal ini sambil bernapas. Kemudian ucapkan kalimat menenangkan, seperti “Bernapas bisa menenangkan tubuh, bernapaslah maka aku merasa rileks”.

Setidaknya satu atau dua kali sepanjang hari.
Lihatlah sesuatu yang sederhana dan rasakan keindahannya. Kamu bisa melihat langit atau foto orang-orang yang dikasihi. Kamu perlu waktu beberapa saat untuk memerhatikan keindahan dan kebahagiaan saat melihatnya.

Selamat mencoba…

MARKETEERS X








To Top