Retail & Property

Top 250 Peritel Global Hasilkan Pertumbuhan US$4,53 Triliun

www.123rf.com

Menurut Global Powers of Retailing 2019, sebuah laporan baru dari Deloitte Global,  250 peritel global teratas  menghasilkan pendapatan agregat sebesar US$4,53 triliun pada tahun fiskal 2017. Angka ini mewakili pertumbuhan komposit sebesar 5,7%. Meski demikian ekonomi global mengalami titik balik.

“Perekonomian dunia saat ini berada pada titik balik. Hingga awal 2018, ekonomi global menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Namun dengan percepatan inflasi di pasar utama, pemerintah membuat perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal, dan sebagian besar pasar negara berkembang mengalami depresiasi mata uang secara signifikan, yang menyebabkan ekonomi global akan melambat dalam waktu dekat,” jelas Ira Kalish, Deloitte Global Chief Economist.

Ia menambahkan, bagi peritel, perubahan ini berarti pertumbuhan belanja konsumen lebih lambat, harga yang lebih tinggi bagi konsumen, dan gangguan pada rantai pasokan dunia.  Di Asia Tenggara, pertumbuhan ritel kemungkinan akan terus didorong oleh meningkatnya tuntutan akan kenyamanan di kalangan konsumen.

“Di antara 50 peritel yang tumbuh paling cepat, pelaku bisnis toserba menyumbang tiga pemain top di tingkat Asia Tenggara. Di seluruh pasar seperti Indonesia dan Thailand, kita menyaksikan perkembangan jaringan ritel waralaba secara agresif,” kata Eugene Ho, Deloitte Southeast Asia Consumer Industry Leader.

Menurut Ho, dengan lokasi ritel yang dekat dengan konsumen dan jam operasional yang lebih lama, jaringan ritel waralaba mendorong perubahan yang nyata dalam preferensi konsumen secara keseluruhan terhadap kanal perdagangan modern.  Sebelumnya,  kanal perdagangan tradisional, seperti toko kecil atau sedang yang merupakan usaha keluarga, pedagang kaki lima, dan pasar basah,  merupakan kanal yang mendominasi.

Mendukung pernyatakan Ho, Claudia Lauw Lie Hoeng, Country Managing Partner Deloitte Indonesia menyebutkan bahwa di Indonesia, jaringan ritel waralaba mengalami pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 19% per tahun. “Salah satu pemain lokal besar telah memperbesar jaringan waralabanya ke seluruh Indonesia hingga 72% dari tahun 2012 hingga tahun 2017,” katanya memperkuat argumentasi agresifnya pembangunan ritel waralaba beberapa tahun terakhir ini.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top