Mshop-leaderboard-mobile
Retail & Property

Akhirnya, Trans Corp Kembali Jajaki Bisnis Properti

Trans Corp bermain properti

Walau pertumbuhan industri properti melambat pada tiga tahun terakhir, sektor ini tetap diminati oleh para konglemarat. Trans Corp pun mulai kembali menjajaki bisnis tersebut tahun ini.

Setelah berkecimpung di bisnis media, hiburan, keuangan, dan ritel Trans Corp melirik bisnis properti sebagai diversifikasi usaha. Perusahaan milik ‘Si Anak Singkong’ Chairul Tanjung itu berencana menciptakan berbagai proyek propeti di nusantara.

Chairal Tanjung, adik Chairul Tanjung yang juga Komisaris PT Trans Retail Indonesia mengatakan, sebenarnya Trans Corp bermain di bisnis properti sejak tahun 1990an. Namun, pasca krisis moneter 1998, perusahaan memutuskan untuk “mati suri” melanjutkan bisnis tersebut.

“Kami berkomitmen bergerak di sektor properti mulai tahun ini,” tegas Chairal, saat ditemui Marketeers di CGV Cinemas Grand Indonesia beberapa waktu lalu.

Mantan Komisaris Garuda Indonesia ini mengungkapkan, pihaknya tengah membangun Trans Park Cibubur, sebuah superblok yang dibangun di atas lahan 4 hektare. Di sana, terdapat dua menara aprtemen sebanyak 2.600 unit, hotel bintang tiga sejumlah 300 kamar, sebuah mini Trans Studio, dan juga Transmart.

“Harga apartemennya dibanderol mulai Rp 300 jutaan untuk tipe studio, menyasar kelas menengah,” katanya.

Menanggapi pasar properti yang masih belum beranjak pulih sejak “mini krisis” 2013, Chairal mengatakan tak ada masalah dengan hal itu. “Buktinya, menara pertama yang berjumlah sekitar 900 unit telah terjual,” akunya.

Untuk superblok ini, Trans Corp merogoh biaya investasi sekira Rp 2 triliun, yang diperoleh dari dana kas internal perusahaan. Selain Cibubur, pihaknya juga akan mengembangkan konsep serupa di beberapa wilayah, seperti Kebayoran Lama, Bekasi, dan Bintaro. Untuk Bekasi, Trans Corp memiliki bank lahan seluas 6 hektare.

“Beberapa proyek ada yang dibawah langsung Trans Studio sebagai holding company. Namun, ada juga yang dibawa Trans Retail,” papar Chairal.

Dalam memperluas bank lahan demi mengembangkan bisnis barunya ini, Trans Corp akan melakukan tiga skema bisnis, membeli lahan, melakukan joint operation, ataupun memanfaatkan lahan-lahan Transmart yang sudah ada  sebelumnya,

Untuk pilihan yang terakhir disebut itu, Trans Corp tengah menciptakan konsep ritel 4 in 1 yang tidak hanya menyediakan supermartket, namun juga theme park, restoran/cafe, hingga apartemen. “Kami ciptakan ritelnya, sekaligus captive market-nya,” ujarnya

Di luar bisnis properti, Trans Corp juga akan bermain di dunia e-commerce yang diluncurkan dalam satu atau dua tahun mendatang.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Most Popular








To Top