Mshop-leaderboard-mobile
Lifestyle & Entertainment

Tren e-Commerce: 2015 Tahunnya Batu Akik, 2016 Tahunnya Burung

Tren e Commerce: 2015 Tahunnya Batu Akik, 2016 Tahunnya Burung 56601564_ml
Kredit foto: 123RF

Sudah bukan rahasia lagi bahwa platform jual beli online alias e-commerce adalah tempat masyarakat bisa menemukan barang langka dan unik yang tidak bisa ditemukan di gerai offline. Bahkan, barang tidak resmi alias black market pun banyak ditemukan di online, baru maupun bekas. Plus pemain  e-commerce saat ini sudah bertebaran walau mungkin hanya beberapa menjadi top of mind.

Produk seperti smartphone, fesyen, sampai tiket perjalanan memang barang paling laris di dunia e-commerce Indonesia. Untuk barang bekas pun tidak jauh berbeda terutama untuk smartphone. Sisanya didominasi oleh motor, mobil, bahkan sampai rumah. Namun berbicara unik, setiap tahun atau momen tertentu ada saja barang musiman yang selalu jadi tren.

“Kalau tahun 2015 itu lagi tren batu akik. Nah, 2016 ini yang lagi tren burung. Di OLX ramai sekali yang listing berbagai jenis burung. Harganya pun variatif bahkan sampai jutaan. Saya sendiri sebenarnya heran kenapa burung jadi tren lagi dan sangat mahal. Jumlah daftarnya bisa mencapai di atas 200 ribu. Keunikan ini juga pernah terjadi beberapa tahun silam, di mana ada yang jual jenis tanaman tertentu sampai jutaan rupiah,” ujar CEO OLX Daniel Tumiwa di Jakarta beberapa waktu lalu.

Platform OLX yang merupakan e-commerce iklan baris jual beli barang bekas atau preloved, tentu menyimpan banyak barang unik di dalamnya. Menurut Daniel, memang tren barang dijual sangat mengikuti apa yang terjadi dalam dinamika sosial dalam kehidupan nyata. Ketika sebuah jenis barang turun pamor, biasanya akan hadir lagi jenis barang yang akan menjadi tren pada tahun-tahun berikutnya.

Selain burung, ramainya game smartphone Pokemon Go juga banyak memunculkan jasa sewa mobil dan motor berburu pokemon dengan tarif sekitar Rp 100.000 per jam.

Tren barang langka dan unik juga terjadi di platform e-commerce MatahariMall.com. Menurut CEO Hadi Wenas, platform e-commerce memang memungkinkan seseorangmendapatkan barang yang tidak dijual di daerahnya.

“Beberapa bulan lalu, muncul tren Indomie Goreng rasa Chitato. Kalau dicari hanya ada di kota-kota besar.  Jadi, di MatahariMall.com, banyak yang mencarinya dan berasal dari kota-kota kecil. Ada juga mie samyang. Setiap kami stok selalu habis,” ungkap Wenas.

Editor: Sigit Kurniawan

Most Popular








To Top