Consumer Goods

Riset: 58% Konsumen Pesan Makanan Via Aplikasi Online

Hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” menunjukan bahwa mayoritas responden Indonesia semakin gemar untuk memesan makanan melalui platform aplikasi online. Hasil riset ini semakin menunjukan bahwa tren online food delivery yang dibawa oleh para tech startup telah mengubah kebiasaan konsumen Indonesia dalam memesan makanan.

Dari sekitar 1000 responden dalam riset tersebut, sebanyak 95% mengaku memesan makanan siap santap. Dari beragam metode pembelian makanan siap santap, seperti membeli dan menyantap langsung di kedai, membungkus makanan tersebut untuk dibawa pulang, dan memesan lewat telepon. Sebanyak 58% responden memesan makanan siap santap tersebut melalui platform aplikasi pemesanan makanan.

Terkait banyaknya pesanan yang dilakukan. Mayoritas responden memesan makanan sebanyak 2,6 kali per minggu melalui aplikasi pemesanan makanan seperti Go-Food dan GrabFood. Tentunya hal ini perlu diperhatikan oleh para pelaku di industri makanan dan minuman di Indonesia.

Platform online food delivery kini muncul menjadi channel baru bagi pelaku F&B untuk memasarkan produknya. Pasalnya, di kota-kota besar, masyakarat kini semakin menghargai kenyamanan dan waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih produktif.

Dalam riset ditemukan bahwa alasan responden gemar memesan makanan melalui platform tersebut karena menghemat waktu dan tenaga mengantre dan melakukan perjalanan menuju outlet restoran. Selain itu yang menjadi alasan adalah beragamnya promo dan diskon yang ditawarkan semakin membuat responden semakin giat dalam memesan makanan.

Menurut Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, memesan makanan via aplikasi digital tidak lagi dipandang sebagai kemewahan. Konsumen memutuskan memesan makanan via platform tersebut karena sudah menjadi kebutuhan.

“Saat ini orang rela mengeluarkan uang untuk membeli kenyamanan. Salah satunya adalah hemat energi dan waktu dengan memesan makanan lewat aplikasi online,” terang Garick.

Alasan lainnya, mengapa layanan pesan antar makanan secara online digemari, di Indonesia sedang tumbuh kelas menengah. Kalangan kelas menengah ini juga diikuti dengan banyaknya professional muda. Para kalangan professional muda ini memiliki pendapatan lebih yang salah satunya dialokasikan untuk memesan makanan.

“Para kelas menengah dan professional muda ini terpola memesan makan siang untuk disantap di kantor. Kalau malam mereka memesan makanan untuk dinikmati bersama keluarga,” jelasnya.








To Top