Government & Public Services

Dapat Anggaran Tambahan, Danau Toba Ditargetkan Sumbang Devisa Rp14 Triliun

Toba Samosir, 18 Juli 2019 – Destinasi wisata Danau Toba ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga Rp14 triliun pada 2020. Sebagai salah satu destinasi super prioritas, Danau Toba mendapat tambahan dana sebesar Rp6,4 triliun yang dibagi bersama tiga destinasi super prioritas lain.

Menilik anggaran tambahan ini, jika dirata-rata masing-masing destitnasi mendapat Rp1,6 triliun. Namun, Danau Toba diharapkan dapat memperoleh Rp2 triliun. Mengingat, kawasan Danau Toba yang cukup luas.

“Dengan investasi itu Danau Toba ditargetkan menghasilkan 1 juta wisman atau devisa 1 miliar dolar Amerika atau mencapai Rp14 triliun,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Sumatera Utara, Kamis (18/07/2019).

Ia menambahkan, nilai investasi Rp2 triliun itu dianggap tidak seberapa bila dibandingkan dengan devisa yang mencapai Rp14 triliun pada 2020. Namun, Menpar tetap optimistis target tersebut akan tercapai.

Optimisme itu muncul saat Bandara Silangit yang tumbuh signifikan pada 2016-2017 mencapai 300%. Angka tersebut tumbuh dari 90 ribu menjadi 280 ribu penumpang.

Untuk mewujudkan target tersebut, Arief Yahya kembali menekankan pentingnya unsur Atraksi, Akses, dan Amenitas berstandar internasional di Danau Toba.

Dari sisi atraksi, salah satu danau vulkanik terbesar di dunia itu ditargetkan akan mendapat pengakuan internasional dari Unesco Global Geopark tahun ini.

Sementara dari sisi Akses, infrastruktur bandara Silangit sudah siap menjadi bandara internasional. Untuk jalur darat, jalan tol dari Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan berlanjut hingga Parapat.

“Jalan outer ring road di sekitar Samosir dan sekitar Danau Toba juga sudah confirm, ada juga 4 pelabuhan semua confirm. Sementara, Amenitas sudah ada proyeksi investasi sebesar Rp6 triliun dari 7 investor,” kata Arief Yahya.








To Top