Retail & Property

Ace Hardware Indonesia Cetak Pertumbuhan Penjualan Rp 7,2 Triliun

Foto: Sigit Kurniawan | Marketeers

PT Ace Hardware Indonesia (Ace Hardware) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 21,9% pada tahun 2018 atau sebesar Rp 7,2 triliun. Hal ini disampaikan pada papara publik di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Pertumbuhan tersebut ditopang dengan SSG (same-store growth) sebesar 13,5% dan kontribusi gerai baru yang dibuka selama tahun 2017 dan 2018. Laba tahun berjalan sebesar Rp 976 miliar atau tumbuh 25,1% dibandingkan dengan tahun 2017.

“Pencapaian penjualan perseroan pada kuartal I tahun 2018 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar 19,6%. Kami akan melanjutkan program ekspansi dengan pembukaan gerai yang cukup agresif pada tahun ini,” kata Prabowo Widyakrisnandi, Presiden Direktur PT Ace Hardware Indonesia.

Pada tahun 2018, sambung Prabowo, perseroan mempercepat program ekspansi dengan membuka 33 gerai Ace dan sembilan gerai Toys Kingdom. Ini setara dengan penambahan ruang ritel sebesar 61.000 meter persegi dan menjadikan keseluruhan ruang ritel menjadi 450 ribu meter persegi. Perseroan juga memperkenalkan konsep gerai baru yang disebut dengan Ace Xpress yang berukuran di bawah 1.000 meter persegi. “Pada tahun ini, kami berencana akan melakukan ekspansi dengan membuka 20-25 gerai Ace baru,” ujar Prabowo.

Untuk mendukung pertumbuhan  penjualan, Ace berupaya memberikan pelayanan premium. Saat ini, Ace memiliki 2,2 juta anggota Reward Program.  Rapat umum perseroan sebelumnya juga menyetujui empat agenda RUPS tahunan dan satu agenda RUPS luar biasa. Salah satunya adalah pembagian dividen dengan payout ratio sebesar 50% dari laba bersih tahun 2018 atau Rp 28,25 per saham.

“Proyeksi keuangan 2019 terkait SSSG akan berkisar 6-7%. Pertumbuhan penjualan tahun 2019 diproyeksikan sebesar 15%,” kata Prabowo.








To Top