Ada Apa di Balik Kurir Domino’s Pizza di Gunung Fuji?

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
30 Agustus 2022
marketeers article
Sumber: 123RF
Baru-baru ini, foto seorang pria yang menggunakan pakaian layaknya kurir viral di media sosial. Kurir Domino’s Pizza terlihat berada di Gunung Fuji, Jepang memunggungi tas yang biasa dipakai kurir makanan dan berpakaian rapi memakai seragam, lengkap dengan topinya.
Keviralan ini berawal dari username @fatmanairsoft di Twitter yang mengunggah foto deliveryman berpakaian Domino’s Pizza trekking di puncak Gunung dengan caption, “saya mendaki Gunung Fuji kemarin. Beberapa orang memesan Domino’s Pizza,”.
Hal ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Fuji merupakan Gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3.776 km atau 12.388 ft. 
Dilansir dari Times Now News, pria tersebut berangkat dari Mt. Fuji Safety Guidance Center pada pukul setengah 8 pagi dan sampai di puncak gunung enam jam kemudian, atau sekitar setengah 2 siang.
Perjalanan pria tersebut bahkan direkam di platform trekking sosial YAMAP. Di platform itu disertakan pula foto-foto perjalanan trekking pria tersebut.
Bahkan, ada pula foto pria kurir tersebut yang berpose seperti memberikan boks pizza ke orang yang diduga pelanggannya di puncak Gunung. Namun demikian, dilansir dari Asahi TV, pria tersebut bukanlah kurir. 
Ia pun juga tidak bekerja di Domino’s Pizza. Dari penuturan Asahi TV, Pria bernama Umanami Futoshi ini hanyalah karyawan kantor biasa yang memang hobi mendaki Gunung dan suka cosplay sebagai kurir dari berbagai perusahaan.
Umanami mendapatkan tas thermal untuk pengiriman makanan tersebut dari Uber Eats setahun yang lalu. Ia berpikir akan menarik baginya untuk mendaki Gunung Fuji menggunakan tas tersebut. 
Ketika sesama pendaki bersorak untuknya, ia pun mulai mengenakan seragam kurir dari berbagai perusahaan. Cosplay yang dilakukan oleh pria ini tentunya dapat menjadi motivasi bagi brand untuk bisa mengirimkan barang atau jasa mereka ke lokasi mana pun, bahkan ke puncak Gunung yang cukup susah digapai. 
Dengan teknologi yang makin canggih, sepertinya mengirimkan barang ke lokasi yang sulit pun sudah bisa dilakukan oleh brand untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Bagaimana Marketeers, apakah yang dilakukan pria ini merupakan taktik Domino’s Pizza untuk meningkatkan awareness, atau hanya sekadar hobi pria itu saja?
Editor: Ranto Rajagukguk

Related