Media

Adpoint Jadi Konektor Pengiklan dan Pengelola Media Iklan Offline

Videotron akan menjadi salah satu media iklan digital yang akan terus tumbuh di masa mendatang. Apalagi, sarana transportasi publik semakin membaik dan mendorong orang untuk menggunakannya. Hal ini menjadi daya tarik untuk para merek untuk menempatkan iklan di sarana transportasi umum, seperti stasiun, melalui videotron.

Hanya saja kendala yang dihadapi oleh merek adalah bagaimana memilih titik videotron yang tepat dengan target pasar yang mereka bidik. Ditambah harus mencari siapa pemilik titik tempat videotron tersebut.

Hal inilah yang kemudian mendorong lahirnya Adpoint, sebuah platform periklanan offline, yang di dalamnya termasuk videotron, untuk memberikan kemudahan bagi para merek. Secara sederhana, Adpoint adalah marketplace yang mempertemukan antara merek dengan pengelola media iklan out-of-home (OOH).

“Media iklan OOH, terutama videotron, akan semakin menjadi pilihan di masa mendatang. Alasannya, karena memiliki berbagai keunggulan, seperti karakter audiens yang terpapar hingga mudah dimonitor. Melalui Adpoint merek juga semakin mudah memilih titik media yang tepat untuk menyasar konsumen,” kata Dodit Waluyo Jati, CEO Adpoint, hari ini (18/12/2019).

Saat ini, sudah ada 1.000 titik media iklan yang ditawarkan di Adpoint. Titik dan modelnya pun beragam, dari billboard, videotron, bus, taxi, bioskop, mall, halte, stasiun, gerbong KCJ, bandara, dan lainnya.

Sejauh ini OOH, khususnya videotron, memang sangat besar potensi pasarnya.  Saat ini, ada sekitar 688 ribu titik media dengan nilai Rp 66,8 triliun tiap tahunnya dengan reach mencapai 81%.

Dodit mengatakan dengan banyaknya titik tersebut keberadaan Adpoint akan memudahkan merek dalam menempatkan materi iklan. Para pengelola merek cukup melakukan registrasi di aplikasi Adpoint, kemudian memilih lokasi, membayar, dan tayang. “Kami akan memberikan bukti tayang secara real time ke pengiklan,” tambahnya.

Untuk memudahkan pengiklan dalam memilih lokasi, Adpoint memberikan berbagai data dan informasi pada masing-masing titik. Data itu berupa jumlah kendaraan yang lewat, demografi penduduk di sekitar titik, kapan saat jalanan padat, dan lainnya.

“Setiap titik memiliki karakter yang berbeda dengan harga yang berbeda pula. Semua informasi tersebut kami tampilkan, sehingga pengiklan tidak hanya bisa memilih titik lokasi yang tepat, namun juga harga yang sesuai,” tambahnya.

Nantinya, Adpoint akan menerapkan teknologi artificial intellegence (AI) agar informasi yang bisa didapat oleh pengiklan semakin lengkap dan akurat.  Selain itu, tahun depan akan menambah jumlah titik media hingga meningkat dua kali lipat.

MARKETEERS X








To Top