Technology

Aktivasi Lewat Kompetisi, Cara Lumix Integrasikan Online Offline

Sumber: Wirecutter

Perkembangan teknologi digital ikut mengubah prilaku pasar, termasuk pasar kamera. Indonesia merupakan negara dengan pasar kamera yang besar dan unik seiring dengan perkembangan internet dan media sosial. Kedua faktor ini berpengaruh besat terhadap peningkatan industri kamera.

Riset yang dilakukan Search Engine Journal (SEJ) mengatakan bahwa tren media sosial pada tahun 2019 akan meningkat tinggi pada aspek berbagi dan bercerita tentang momen pribadi. Selain itu GuideWell Connect mengatakan bahwa video akan menjadi tren terbesar di media sosial pada tahun 2019.

Kedua hasil riset ini terbukti secara empiris dengan kondisi di lapangan. Melihat tren media sosial kini, banyak content creator yang mengandalkan konten foto dan video berkualitas bagus sebagai alat storytelling. Tidak heran jika kebutuhan gawai seperti kamera, ponsel, hingga laptop berkualitas meningkat.

Panasonic Lumix melihat ini sebagai peluang emas. Lumix merupakan produk kamera pertama yang mengenalkan istilah mirrorless ke masyarakat. Mengusung standar micro four thirds, Lumix G1 dan generasi Lumix selamjutnya diproyeksikan sebagai kamera unggulan guna membuat konten digital di media sosial.

Memperkuat citra ini, Lumix menghadirkan kompetisi Panasonic Young Film Maker. “Ajang ini menjadi perwujudan aktivasi online  to offline dalam kampanye Liberty to Discover yang diusung Lumix. Dalam kompetisi dua tahunan ini, Lumix mendorong sineas muda Indonesia untuk membuat dua konten yang kreatif, yaitu film pendek dan konten digital,” ujar Agung Ariefiandi, Audio Visual Marketing Group Manager Panasonic Gobel Indonesia.

Aktivasi lainnya adalah kolaborasi dengan komunitas Digital Cinematography Indonesia (DCI). Lewat kolaborasi ini, Panasonic mengadakan lokakarya sinematografi guna meningkatkan kualitas dan mengoptimalisasi bakat sineas muda.

“Lumix sebagai produk yang memiliki informasi teknologi harus terintegrasi secara onlinee dan offline. Kegiatan on ground seperti kompetisi, lokakarya, dan kolaborasi denga komunitas daring dapat meningkatkan brand awareness Panasonic secara organik di kalangan pelaku seni, perfilman, dan industri kreatif,” lanjut Agung.

Selain itu, mewujudkan kesuksesan Lumix lebih lanjut, Agung juga menjelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan integrasi kanal online dan offline dengan kegiatan O2O, termasuk official store di kanal e-commerce.

“Kami juga fokus kepada kualitas distribusi tanpa mengurangi ketersediaan produk. Dengan strategi ini, penjualan kami mencapai double digit growth setiap tahunnya. Di atas 20%,” imbuh Agung.

Strategi marketing yang terintegrasi berhasil mengantarkan Panasonic Lumix sebagai salah satu brand yang menerima penghargaan Marketeers Omni Brands Award 2019. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Founder dan CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya di Awarding Night Marketeers Omni Brands Award 2019, Glass House Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (24/07/2019).

MARKETEERS X








To Top