Technology

Alasan Tokopedia dan UI Buka Pusat Riset Artificial Intelligence

Di masa depan, penerapan Artificial Intelligence (AI) akan memiliki manfaat yang besar dalam keseharian hidup masyarakat. Tidak heran bila banyak perusahaan teknologi di Indonesia berlomba-lomba menerapkan sistem AI dan membangun pusat pengembangan AI. Tokopedia kini resmi memiliki pusat riset dan pengembangan AI.

Bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Tokopedia meluncurkan UI AI Center of Excellence, pusat pengembangan AI di Indonesia yang menggunakan teknologi superkomputer deep learning dari NVIDIA, NVIDIA® DGX-1. Pusat pengembangan ini ditujukan untuk mendorong para pelaku akademi dan peneliti dalam memanfaatkan teknologi, khususnya AI.

Melalui kolaborasi tersebut, peneliti dari UI akan mengembangkan solusi berbasis AI untuk menghadirkan solusi bagi masalah yang terjadi di tengah masyarakat dan industri, termasuk industri e-commerce. Misalnya, mengenai logistik, manajemen risiko, keamanan siber, serta pembayaran. Selain itu, peneliti juga dapat meneliti berbagai cara untuk membantu pedagang menghasilkan dan memberikan layanan, serta produk yang lebih baik.

Tokopedia-UI AI Center of Excellence menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti di UI dalam mengembangkan inovasi bidang AI serta penerapannya pada berbagai permasalahan nyata seperti pembayaran digital, sistem analitika e-commerce, logistik, urban mobility, kesehatan, teknologi maritim, keamanan informasi, maupun layanan publik.

Menurut Muhammad Anis selaku Rektor UI, diharapkan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan industri dapat mencetak lulusan yang unggul dan siap berkompetisi secara global. “Selain itu, kolaborasi yang sarat dengan teknologi tingkat tinggi ini diharapkan dapat menstimulasi semangat berinovasi bagi sivitas akademika UI untuk menghasilkan temuan riset berkelas demi kemajuan perekonomian bangsa Indonesia ke tingkat berikutnya,” tutur Anis.

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir, berharap pusat pengembangan AI bisa melahirkan putra-putri terbaik Indonesia yang ahli di bidang riset dan teknologi, yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat kedepannya. Ia menyadari bahwa dalam perkembangan teknologi digital saat ini masalah utamanya adalah kebutuhan akan sumber daya manusia.

“Kebanyakan startup saat ini kesulitan dalam mendapatkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidangaya,” ujar Nasir.

Melalui kolaborasi UI dan Tokopedia ini, Menristek menegaskan bahwa langkah keduanya sejalan dengan program pemerintah khususnya dalam hal inventor collaboration. Ia menegaskan bahwa ke depannya perkembangan riset harus bisa diintegrasikan dengan lembaga-lembaga yang ada. Serta perlunya dukungan dari beragam pihak.

“Riset tentang AI ini nantinya bisa dikembangkan pada banyak hal seperti masalah pertanian, kesehatan, dan obat-obatan.”

Pada proses uji coba, Tokopedia-UI AI Center of Excellence berhasil melakukan tiga analisis berdasarkan teknologi AI. Pertama adalah proses identifikasi kendaraan yang berada di lingkungan kampus UI, mencakup merek mobil, plat nomor, hingga warna kendaraan. Kedua, teknologi AI bisa menebak beragam emosi manusia hanya dengan melakukan identifikasi pada bentuk dan ekspresi wajah. Terakhir, dalam masa uji coba, pusat riset AI ini bisa mengenali sebuah objek yang langsung menunjukan pada produk dan harga objek tersebut.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya meyakini AI dapat menghadirkan beragam solusi seperti demand prediction, smart warehouse, dan smart logistic yang akan membantu perkembangan industri e-commerce dan pemerataan digital. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan kampus-kampus lain untuk kemungkinan membuat pusat riset lainnya di kampus-kampus.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top