Amartha Rekomendasikan Langkah Ini untuk Pengembangan UKM

profile photo reporter Clara Ermaningtiastuti
ClaraErmaningtiastuti
08 September 2022
marketeers article
Potensi UKM di Indonesia dari segi pemanfaatan produk keuangan dan adopsi digital cukup baik. | Foto: Ilustrasi 123RF
Amartha baru saja meluncurkan riset bertajuk The Indonesia Grassroots Entrepreneurs Report bersama dengan Katadata Insight Center. Melalui riset tersebut, Amartha menemukan ada sejumlah potensi yang masih bisa digali untuk mengembangkan UKM.
Sebab itu, berdasarkan riset tersebut, Amartha merekomendasikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan oleh berbagai stakeholder untuk mendukung pengembangan potensi UKM. Amartha membedakannya berdasarkan setiap sektor.
Misalnya saja bagi para pemain di sektor fintech, mereka bisa membantu para pelaku usaha untuk secara berkala melakukan pendampingan dan edukasi. Harapannya, mereka akan makin percaya diri untuk mengadopsi teknologi dan mengembangkan usahanya.
Saat ini, sudah banyak pelaku usaha yang terpapar teknologi. Hal itu terlihat dari tingginya penggunaan ponsel pintar oleh mereka.
Namun, nyatanya pemanfaatan gawai tersebut baru dari sisi hiburan saja, padahal mereka bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis.
“Memang diperlukan pendekatan personal seperti menyediakan tenaga lapangan atau agen untuk melakukan edukasi dan pendampingan bagi UKM, supaya mereka lebih terbuka pada teknologi. Jadi penetrasinya bisa lebih mudah karena dibantu agen di lapangan,” kata Rezki Warni, AVP Marketing & PR Amartha.
Sementara itu, dari sektor regulator atau pemerintah, Amartha merekomendasikan pembangunan ekosistem layanan perbankan yang lebih inklusif. Dengan demikian, layanan ini dapat menjangkau pelaku ekonomi informal di banyak daerah.
Langkah ini bisa mulai dilakukan dengan kebijakan perizinan yang mudah, pembebasan biaya transaksi bagi pelaku UKM, hingga penyediaan infrastruktur digital yang merata.
“Masyarakat umum juga dapat berkontribusi untuk mendukung kemajuan UKM di Indonesia. Misalnya dengan bangga menggunakan produk mereka, serta menjadikan UKM sebagai alternatif diversifikasi portofolio investasi,” kata Rezki.
Lebih lanjut, ia menjelaskan masyarakat dapat menyalurkan pendanaannya lewat platform yang menyediakan layanan keuangan inklusif, seperti Amartha. Kolaborasi dengan banyak pihak, tentunya dapat mengakselerasi pertumbuhan UKM di Indonesia.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related