Government & Public Services

AMMDes Ambulans Jadi Pilot Project di Banten

Pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di bidang pelayanan transportasi rujukan kesehatan (ambulans) tengah dijadikan pilot project di Banten. Pemanfaatan AMMDes ambulance feeder ini menambah deretan manfaat yang bisa dikembangkan dari AMMDes.

Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, USAID Jalin, PT Samudera Marine Indonesia, PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dan PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan pilot project ini. Wilayah Banten pun dipilih sebagai area pilot project.

“Pemanfaatan AMMDes ambulance feeder ini untuk membantu masyarakat dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Lebak sebagai dampak dari kondisi jalan-jalan desa yang minim infrastruktur dan topografi yang sulit dan berbukit yang tidak dapat dijangkau oleh ambulans konvensional,” ungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika di Lebak, Banten, Selasa (16/07/2019).

Ia menjelaskan, pengembangan AMMDes mengalami kemajuan yang luar biasa sejak diluncurkan. Bahkan, AMMDes telah memasuki tahap produksi massal dan terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan aktivitas peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan.

“Selain dampak positif di bidang ekonomi, program AMMDes juga membuka peluang bagi pelaku industri dalam negeri untuk menguasai kemampuan bidang penelitian dan pengembangan serta rancang bangun, sekaligus memberikan efek berganda pada industri komponen,” imbuh Putu.

Hingga saat ini, tingkat kandungan komponen lokal AMMDes telah mencapai 75% dan melibatkan 70 industri komponen yang sebagian besar merupakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Dengan kapasitas produksi 3.000 per tahun dan akan terus bertambah sesuai dengan permintaan pasar, AMMDes juga didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor Timor Leste dan Papua Nugini serta memenuhi kebutuhan sekitar 10 ribu unit di 49 negara Afrika,” tutur Putu.

Di sisi lain, Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) Reiza Treistanto mengatakan, AMMDes mempunyai model dasar yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO).

“Mesin diesel yang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik di medan off road dan berbukit,” jelas Reiza.

Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP.

Reiza mengemukakan, pihaknya bertekad untuk terus mendorong pengembangan teknologi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) agar dapat bermanfaat secara inklusif dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. “AMMDes itu sebagai alat mobilitas yang multifungsi. Jadi, satu alat, beragam manfaat,” tandas Reiza.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top