AwanTunai Raih Pendanaan Seri A2 Senilai US$ 11,2 Juta

profile photo reporter Bianca Astira
BiancaAstira
03 September 2021
marketeers article
Fintech with person holding a white smartphone
Di era modern seperti saat ini, pertumbuhan industri financial technology (fintech) kian berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh sebagai  yang berhasil mendapat pendanaan ekuitas segar
AwanTunai berhasil meraih pendanaan seri A2 senilai US$11,2 juta dari berbagai investor. Investor baru yang terlibat adalah BRI Ventures dan OCBC NISP Ventura diikuti investor sebelumnya, seperti Insignia Ventures dan Global Brains. Selain itu Accial Capital, dan Bank OCBC NISP juga telah menyalurkan fasilitas pinjaman senilai lebih dari US$ 45 juta untuk mendukung bisnis fintech grup AwanTunai di Indonesia.
Pendanaan dalam series A2 tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi dalam negeri AwanTunai.  Fintech ini fokus memberikan solusi bisnis untuk pedagang grosir dan eceran tradisional
“AwanTunai sedang membangun infrastruktur data untuk digitalisasi transaksi pembelian persediaan offline. Data tersebut efektif untuk manajemen risiko kredit dan membuka kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mikro yang sebelumnya minim akses agar dapat mengakses modal kerja yang berasal dari institusi perbankan mitra kami. Kami berharap AwanTunai menjadi platform yang membuat industri perbankan dapat menjangkau jutaan UMKM tradisional yang sebelumnya sulit memperoleh layanan,” ungkap Chief Executive Officer, Dino Setiawan pada siaran pers, Rabu, (18/08/2021).
Hingga bulan Juni 2021, AwanTunai telah bekerja sama dengan lebih dari 160 mitra supplier untuk membantu pedagang grosir tradisional melakukan digitalisasi dan pembiayaan usaha mereka. Tidak hanya itu, AwanTunai turut menyediakan pembiayaan pembelian persediaan dan pemesanan online terintegrasi bagi konsumen warung UMKM mikro melalui aplikasi mobile AwanToko.
AwanTunai telah melayani lebih dari 8.000 pedagang mikro sebagai pengguna, dengan peningkatan jumlah pengguna yang berasal dari kota tier 2 dan 3 di Indonesia. UMKM mikro dapat membeli inventaris mereka secara online melalui aplikasi mobile AwanToko yang dapat mengakses pembiayaan terjangkau melalui proses sederhana yakni hanya dengan mendaftar dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related