Consumer Goods

Awin Sirait: Gunakan Jurus PDCA

SUMBER: MARKETEERS

Berdasarkan data yang diperoleh dari Nielsen, PT Mayora Indah Tbk saat ini memimpin pasar biskuit dengan pangsa pasar 34% per September 2019. Pertumbuhan penjualan Mayora pun cukup mengesankan, mencapai  11%. Prestasi itu lebih tinggi dari pertumbuhan industri fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia yang di angka 5%. Pencapaian ini juga layak diacungi jempol lantaran kompetisi di industri ini terbilang sangat ketat.

“Kunci dari pencapaian Mayora adalah 3P, yakni Product, People, dan Process. Kami hanya meluncurkan winning product. Ini berarti produk yang kami tawarkan haruslah memiliki nilai penerimaan tinggi dan memenuhi kebutuhan konsumen,” jelas Awin Sirait, Marketing Director PT Mayora Indah Tbk.

Mengenai People, Mayora berusaha menempatkan talenta yang memang dianggap tepat di setiap bagian, seperti marketing dan sales. Sedangkan untuk Process, pemasaran Mayora memiliki proses yang holistik, sehingga dari setiap pengambilan keputusan akan ada berbagai aspek yang dipertimbangkan.

Dalam langkah pemasaran, Awin memercayai PDCA. Umumnya, Plan-Do-Check-Action/Adjust (PDCA) masuk dalam metode penyelesaian masalah dalam manajemen. Sedangkan Awin menerapkan Passion-Disicpline-Creativity-Action yang dapat memberikan hasil optimal saat diterapkan dengan tepat.

“Ketika suatu pekerjaan ditekuni sebagai passion, maka orang yang mengerjakannya tidak akan merasa terbebani. Kedua, disiplin. Sebab di dalam marketing, harus ada kedisiplinan terutama ketika kita memahami konsumen. Semua pada akhirnya akan bergantung pada pendekatan yang sistematis dan akan menjadi pilihan bagi marketeer, apakah dia mau mengikuti pendekatan tersebut,” ujar Awin.

Ia juga menjelaskan bahwa kreativitas dibutuhkan untuk menjual atau memasarkan produk. Targetnya adalah membuat calon konsumen ingin membeli produk yang ditawarkan. Penting bagi seorang pemasar untuk menciptakan sesuatu yang unik sehingga menarik perhatian konsumen untuk mencoba atau menyukai suatu produk.

“Kreativitas setiap orang berbeda-beda. Namun, yang perlu diketahui kreativitas itu bisa dipelajari dan dikembangkan,” katanya.

Poin terakhir yaitu action. Namun, sebelum mengambil suatu tindakan, penting bagi pemasar untuk melihat data. Data memiliki peran krusial untuk menentukan strategi pengembangan bisnis. “Dan, perlu diperhatikan kembali, tidak baik jika hanya fokus pada angka yang ada,” jelas Awin.

Selengkapnya di majalah Marketeers Edisi Desember 2019-Januari 2020.








To Top