Bank Neo Commerce Raih Laba Rp 110,91 Miliar hingga Februari 2025
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) Berhasil meraih laba sebesar Rp 110,91 miliar dalam dua bulan awal tahun 2025. Secara terperinci, laba yang didapatkan perusahaan yakni Rp 69,24 miliar pada Januari dan Rp 41,67 miliar pada Februari.
Eri Budiono, Direktur Utama Bank Neo Commerce menjelaskan, raihan ini menunjukkan perseroan berada pada jalur bisnis yang tepat. Dengan capaian laba, Bank Neo Commerce memiliki kondisi keuangan yang sehat dan baik.
BACA JUGA: Tak Lagi Rugi, Bank Neo Commerce Raih Laba Rp 19,88 Miliar
“Kami percaya Bank Neo Commerce berada pada lajur yang tepat untuk terus semakin baik ke depannya, terlihat dengan pencapaian baik di tahun 2024 berlanjut hingga awal tahun 2025 ini. Pada dua bulan pertama saja, kami berhasil membukukan laba senilai total Rp 110,91 miliar,” kata Eri melalui keterangan resmi, Jumat (28/3/2025).
Eri menyebut, laba yang diraih merupaan buah dari performa bisnis yang apik sepanjang tahun lalu. Tercatat, BNC membukukan laba sebesar Rp 19,88 miliar sepanjang 2024.
BACA JUGA: Terapkan Operational Excellence, Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp 4,06 Miliar
Capaian tersebut berkat strategi bisinis yang diambil dengan memperkuat fundamental bank, meningkatkan kualitas kredit, mempertahankan pendapatan bunga, serta menjalankan efisiensi operasional. Sehingga raihan tersebut bisa menjadi modal berharga untuk memperkuat posisi BNC pada industri bank digital di Indonesia.
“Kami percaya Bank Neo Commerce berada pada lajur yang tepat untuk terus semakin baik ke depannya, terlihat dengan pencapaian baik di tahun 2024 berlanjut hingga awal tahun 2025 ini. Pada dua bulan pertama saja, kami berhasil membukukan laba senilai total Rp 110,91 miliar,” ujarnya.
Di sisi lain, keberhasilan BNC dalam meraih laba berkat transformasi dalam menurunkan Rasio Kredit Bermasalah atau (non-performing loan/NPL) net dari 0,95% di tahun 2023 menjadi 0,30% pada akhir tahun 2024. Kemudian, perseroan berhasil menurunkan rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 12,93%, dari 112,27% pada tahun 2023 menjadi sebesar 99,34% pada tahun 2024.
Selain itu, tercatat perbaikan efisiensi dari sisi rasio beban operasional terhadap pendapatan bunga bersih atau cost to income ratio (CIR), yang mana posisi CIR turun menjadi 31,47% per Desember 2024 dari setahun sebelumnya 41,52%. Berbagai upaya ini, membuat BNC mampu mencatatkan laba di akhir tahun 2024 dari rugi sebesar Rp 573 miliar di akhir tahun 2023.
“Penting bagi kami untuk memperkuat fundamental BNC dengan memerhatikan secara teliti berbagai aspek operasional perbankan, di antaranya dengan melakukan perbaikan tata kelola terutama dalam aspek kepatuhan dan pengelolaan kredit yang disalurkan. Ini untuk memastikan ke depannya dapat melakukan strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sehingga berbagai layanan untuk nasabah kami dan profitabilitas Bank dapat ditingkatkan,” katanya.