Consumer Goods

Bantu Penjualan McDonald’s, Burger King Tidak Menjual Whoppers

Burger King Argentina mengunggah gambar yang mengatakan tidak akan menjual menu terlarisnya, Whoppers selama satu hari. Tujuan Burger King tak lain adalah untuk membantu penjualan McDonald’s. Dengan langkah yang diambilnya ini, Burger King berharap konsumen beralih dari Whoopers ke BigMac, salah satu menu burger dari McDonald’s.

Hal ini menyusul aksi McDonald’s yang berkomitmen untuk menyumbangkan sebagian hasil penjualan BigMac ke anak—anak yang sedang berjuang melawan kanker. Persaingan kedua restoran cepat saji ini cukup menarik perhatian warganet, dibuktikan oleh respons yang diberikan di media sosial.

Co-founder dan Managing Director Chlorophyll Kiran Khalap memuji langkah yang diambil Kepala Pemasaran Global Burger King Marcelo Pascoa. “Dia adalah salah satu pemasar paling berani di planet ini. Saya kira taktik pemasaran yang keras seperti ini didorong olehnya. Kehilangan pendapatan sehari adalah layak untuk mendapatkan kekaguman jutaan,” ungkap Khalap dikutip dari exchange4media.com.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Managing Partner & Creative Head Tonic Worldwide Shourya Ray Chaudhuri. “Ini adalah kemenangan besar bagi Burger King. Alih-alih menempel pada tren konyol dengan sedikit atau tanpa manfaat bagi merek, moment marketing seperti ini sangat membantu dalam memenangkan hati, dompet, dan senyum konsumen,” ujar Chaudhuri.

Langkah yang dilakukan oleh Burger King bukanlah yang pertama di jagat pemasaran. Upaya para brand mendukung kompetitornya juga pernah dilakukan oleh Uber Eats. Saat itu, Uber Eats mendukung penuh Zomato di India saat menjadi bahan obrolan dengan tagar #BoycottZomato. Sayang, upaya ini justru membuat jengkel warganet di India hingga berdampak pada pemboikotan keduanya dan muncul tagar #BoycottUberEats

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 








To Top