Finance

BCA Kembali Dinobatkan Sebagai Most Valuable Brand di Indonesia

Bank Central Asia (BCA) menempati peringkat pertama di tahun kelima BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands yang diumumkan hari ini oleh WPP dan Kantar. Upaya konsisten BCA dalam memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman yang dipersonalisasi, telah meningkatkan brand value BCA sebesar 3% setara dengan US$ 13,1 miliar dollar AS.

BCA konsisten mengedepankan inovasi mobile banking yang ramah pengguna, seperti penarikan tunai tanpa kartu, pembukaan akun melalui mobile banking BCA, dan pengalihan akun dengan kode QR dan e-wallet. BCA juga muncul di peringkat BrandZ Global Top 100 Most Valuable Brands di tahun kedua.

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, pertumbuhan brand value secara keseluruhan dari peringkat Top 50 Brand telah meningkat sebesar 4% setara dengan 84,0 miliar dollar AS di 2019, melebihi pertumbuhan 3% Bursa Efek Jakarta (BEJ) dari setahun terakhir.

BRI menempati peringkat kedua yang menutup kesenjangan dengan BCA karena secara konsisten telah berhasil mempertahankan investasi dan fokus memberikan layanan yang dipersonalisasi untuk pelanggan di tengah perkembangan perbankan digital. Penyedia layanan telekomunikasi, Telkomsel, berada di urutan ketiga dengan brand value sebesar US$ 7,3 miliar.

Layanan keuangan terus mendominasi posisi di hasil riset BrandZ dengan pangsa kategori brand value sebesar 40% atau senilai dengan US$ 34 miliar. Selain BCA dan BRI, terdapat Bank Mandiri yang berada di posisi empat.

Menurut Muhammad Ilham, Group Director Kantar Indonesia Insights Division, perubahan lanskap konsumen berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia Tenggara. “Namun, tantangan bagi brand lokal yang memiliki aspirasi global adalah untuk memperkuat profil ‘Brand Indonesia’ yang berkualitas dan dapat dipercaya.”

Pengalaman pelanggan telah menjadi faktor yang sama pentingnya dengan produk dan layanan. Brand harus menawarkan cara-cara baru yang kreatif untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, serta meningkatkan standar yang membedakan mereka dari kompetitor.

 

Editor: Eko Adiwaluyo








To Top