Bibit.id Kampanyekan Investasi Sukuk Ritel SR017

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
02 September 2022
marketeers article
Edukasi dan Media Gathering Peluncuran SBN Syariah Seri SR017 di Bibit (Foto: Bibit)
Bibit.id melanjutkan kampanyenya yang mengajak masyarakat untuk berinvestasi. Kali ini, aplikasi investasi reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) untuk pemula ini mengajak masyarakat untuk berinvestasi di SR017.
Dalam kegiatan yang bertajuk “Edukasi dan Media Gathering Peluncuran SBN Syariah Seri SR017 di Bibit”, Bibit berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Universitas Udayana.
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel seri SR017 telah dirilis pemerintah dengan masa penawaran mulai 19 Agustus sampai 14 September 2022. “Sebagai mitra distribusi penjualan Surat Berharga Negara yang secara resmi ditunjuk oleh Kemenkeu RI, Bibit melayani masyarakat Indonesia dalam pembelian/pemesanan SR017,” ujar Raymond Iriantho, Financial Mentor Bibit.id dalam laporannya.
“SBN Syariah ritel seri SR017 ini ditawarkan kepada investor dengan imbal hasil atau kupon tetap sebesar 5,90% per tahun, tenor tiga tahun, dan dapat diperjualkan di pasar sekunder,” ujar Agus Prasetya Laksono, Kasubduit Pengelolaan Proyek dan Aset Surat Berharga Syariah Negara, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI.
Agus mengatakan, masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang keuangan dapat berinvestasi di SR017 karena pembelian/pemesanan minimal untuk SR017 adalah Rp 1 juta dengan kelipatan Rp 1 juta dan maksimum Rp 5 miliar.
Ken Kirana, Product Marketing Lead Bibit mengatakan bahwa SR017 bisa menjadi salah satu alternatif investasi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dibayangi inflasi yang tinggi. Ditambah, ancaman resesi karena imbal hasilnya yang stabil (fixed rate).
“Masyarakat yang ingin mencari alternatif passive income dengan 100% dijamin oleh negara bisa melirik SR017. Imbal hasilnya tetap, lebih besar dari rata-rata bunga deposito bank BUMN, dan pajak yang dikenakan juga hanya 10%, berbeda dengan deposito yang terkena pajak 20%,” jelas Ken.
Sementara itu, Luh Gede Sri Artini selaku dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana menyampaikan, dengan berinvestasi di SR017, masyarakat, khususnya mahasiswa/i, telah ikut berkontribusi dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta proyek infrastruktur di Indonesia.
Selain itu, para investor yang memiliki keinginan untuk berinvestasi menggunakan prinsip-prinsip Syariah juga dapat menjadikan SR017 sebagai instrumen investasi yang pas. “Selain risikonya yang hampir tidak ada, investasi di SR017 adalah pilihan yang bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi market saat ini,” tutup Luh.

Related