Kata-kata memiliki kekuatan besar dalam sebuah hubungan. Satu kalimat yang diucapkan pada saat yang tidak tepat dapat menanam benih kekecewaan, menciptakan jarak emosional, bahkan merusak kepercayaan.
Forbes menyebut ada beberapa ungkapan yang kerap dianggap sepele, tetapi jika terus diulang, bisa berdampak negatif pada hubungan jangka panjang. Agar hubungan tetap harmonis, hindari empat kalimat berikut yang bisa membuat pasangan merasa tidak dihargai atau diabaikan:
BACA JUGA: Jangan Letakkan 10 Barang Ini di Atas Kulkas agar Tetap Rapi dan Fungsional
“Jangan terlalu sensitif!”
Kalimat ini mungkin terdengar biasa saja, tetapi dampaknya bisa sangat besar. Mengatakan hal ini sama saja dengan mengabaikan perasaan pasangan. Mereka bisa merasa bahwa emosinya dianggap berlebihan atau tidak valid, yang akhirnya membuat mereka enggan untuk terbuka di lain waktu.
Sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Integrative Neuroscience (2022) menunjukkan saat seseorang merasa diabaikan atau ditolak, otak mereka meresponsnya sebagai ancaman. Inilah yang kemudian memicu mekanisme pertahanan seperti menarik diri atau menjadi lebih tertutup.
Alih-alih meminta pasangan untuk tidak terlalu sensitif, lebih baik katakan “Aku lihat ini penting buat kamu. Bisa ceritakan lebih lanjut?” atau “Aku tidak sadar ini berdampak sebesar itu buat kamu. Aku ingin mendengar lebih banyak.”
“Aku baik-baik saja” (Padahal Tidak)
Saat sedang merasa sedih atau kesal, banyak orang memilih untuk mengatakan “Aku baik-baik saja” meskipun sebenarnya tidak. Ini mungkin dilakukan untuk menghindari konflik, tetapi justru bisa menciptakan jarak dalam hubungan.
Studi yang diterbitkan di The Journal of Psychology (2025) menemukan bahwa menekan emosi dalam hubungan romantis berhubungan dengan kepuasan hubungan yang lebih rendah, bahkan meningkatkan rasa kesepian, khususnya bagi perempuan.
Daripada berpura-pura terlihat baik, lebih baik katakan “Aku merasa kurang nyaman, tapi butuh waktu untuk memprosesnya” atau “Ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, tapi aku belum tahu bagaimana mengungkapkannya.”
BACA JUGA: Beli 7 Barang Ini untuk Wujudkan Rumah Minimalis
“Terserah, aku nggak peduli”
Ketika sedang lelah atau kesal, mungkin tanpa sadar Anda mengucapkan, “Terserah, aku nggak peduli.” Namun, di telinga pasangan, ini bisa terdengar sebagai tanda bahwa kamu sudah tidak peduli terhadap mereka atau hubungan kalian.
Menurut studi di Frontiers in Psychology (2022), sikap menarik diri dalam konflik adalah salah satu strategi komunikasi yang bisa berdampak buruk pada kepuasan hubungan. Ada dua bentuk penarikan diri yang sering terjadi dalam konflik, yakni penarikan aktif dan pasif.
Mengatakan “terserah” menunjukkan penarikan aktif, yang sering kali dimaknai sebagai respons sengaja menghindari komunikasi atau menutup diri. Hal ini dapat menimbulkan ketidakamanan dalam hubungan dan memperburuk konflik.
Lebih baik katakan “Aku merasa kewalahan sekarang, bisa kita bahas ini nanti?” atau “Aku butuh waktu sebentar untuk menenangkan diri sebelum kita lanjut bicara.” Kalimat ini tetap menyampaikan emosi tanpa membuat pasangan merasa diabaikan.
“Kamu selalu…” atau “Kamu nggak pernah…”
Saat sedang kesal, Anda mungkin tergoda untuk melontarkan kalimat seperti, “Kamu selalu lupa” atau “Kamu nggak pernah mendengarkan aku.” Masalahnya, ungkapan ini membuat pasangan merasa diserang secara pribadi, bukan diajak untuk menyelesaikan masalah bersama.
Penelitian di Social Development menemukan bahwa menggunakan kata-kata seperti “selalu” atau “tidak pernah” cenderung memicu konflik koersif karena terdengar seperti serangan terhadap karakter pasangan, bukan tentang masalah yang sedang terjadi.
Untuk itu, sebaiknya katakan “Aku merasa diabaikan saat ini terjadi. Bisa kita cari solusinya bersama?” atau “Aku lihat ada pola yang membuatku sedih. Bisa kita bahas lebih lanjut?”
Dengan mengganti tuduhan dengan ungkapan perasaan, Anda membuka jalan bagi diskusi yang lebih sehat dan solusi yang lebih baik.
Editor: Ranto Rajagukguk