Consumer Goods

Bisnis Sosial, Tidak Hanya Fokus pada Kontribusi Sosial

Sumber: Marketeers

Banyak latar belakang suatu bisnis terbangun. Salah satu yang menarik adalah bisnis bisa terbangun yang berawal dari keresahan karena permasalahan sosial. Salam Rancage menjadi satu di antara banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terbentuk karena hal itu.

Pada tahun 2012, Salam Rancage didirikan oleh Tri Permana Dewi dan Aling Nurnalasari. Keduanya resah dengan kondisi lingkungan sekitar karena sampah yang tidak terurus dengan baik. Selain itu, kaum ibu yang bekerja juga tak mendapatkan upah yang adil. Karena itu, Salam Rancage ingin hadir membawa kontribusi.

Nama Salam Rancage sendiri diambil dari Salam dan Rancage. Salam merupakan Sekolah Alam yang ada di Bogor. Rancage dalam Bahasa Sunda artinya terampul dan giat.

Di awal kehadirannya, Salam Rancage membuat produk dari beberapa jenis sampah. Mulai dari plastik, kertas koran, kain, logam, dan lain sebagainya. Tentunya, perlu diperhatikan pula barang dan material yang digunakan memang diminati pasar.

“Fokus kami selain pasar adalah kontribusi sosial. Dan, kami juga memperhatikan kualitas, ramah lingkungan, fungsional, estetika, serta kegunaan untuk masyarakat,” jelas Yana Sopiana, Director Marketing and Communication Salam Rancage, dalam acara Galang UMKM Indonesia 2019 di Bogor Senin (7/10/2019).

Yang perlu diperhatikan dari social busines entreprise adalah selain berbisnis juga memperhatikan pemberdayaan. Dari banyak produk perlu dipahami jenis produk apa yang harus dihasilkan dan kapan harus diproduksi. Karena itu, pelaku usaha juga perlu melakukan diskusi dengan calon pembeli.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top