Media

Cara Merek Memanfaatkan Platform Streaming Musik Seperti Joox

Aplikasi musik streaming milik raksasa Tencent Joox mulai sigap melakukan monetisasi di Indonesia. Sejak hadir pada Oktober 2015, Joox mengklaim telah menjadi aplikasi musik streaming yang paling banyak diunduh di Indonesia.

Kini tiga tahun setelahnya Joox sudah mulai banyak berkolaborasi dengan beberapa merek. Misalnya, Joox pernah berkolaborasi dengan maskapai AirAsia Group di Indonesia di mana para penumpang maskapai berkesempatan mengakses katalog musik Joox tanpa internet selama menempuh perjalanan. Selain itu, ada pula program Fly Away yang menggabungkan kegiatan menonton konser musik dengan traveling.

Joox juga pernah berkolaborasi bersama H&M dan Ismaya Live ketiga gelaran We The Fest 2018. Selain menjaring pemasukan berdasarkan metode langganan dari pengguna, Joox kini mulai mencari beberapa metode baru untuk sumber pemasukan. Salah satunya adalah melalui kolaborasi bersama brand.

Menurut Girindra Prabowo Okky selaku GM Content Joox Indonesia, ada beberapa cara bagi brand untuk bisa masuk ke dalam platform streaming musik Joox. Salah satu cara yang umum adalah menghadirkan playlist resmi dari merek tersebut. Hal ini pernah dilakukan oleh beberapa merek ternama dalam negeri.

Namun, bagi Okky ada beberapa cara lain di luar dari menciptakan daftar lagu resmi. Semisal menghadirkan live broadcast, editorial, atau bisa melalui kampanye khusus.

“Misal ada merek celana jeans bikin beberapa daftar lagu, nanti yang paling banyak mendengarkan daftar tersebut bisa mendapatkan celana jeans tersebut. Bisa melalui mekanisme most listen, tapp-in quiz di live broadcast, secara mendetil bisa masuk melalui editorial,” terang Okky.

Beberapa merek sudah menggunakan metode ini. Baik dari ranah fesyen, FMCG, hingga smartphone. Platform streaming musik ini bagi banymerek diibaratkan sebuah radio. Dengan demikian, perlakuannya kurang lebih serupa.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top