Cegah Mabuk Perjalanan saat Mudik Lebaran dengan Tips Ini

mabuk perjalanan
Ilustrasi (Foto: 123rf)

Menjelang mudik Lebaran, banyak orang akan melakukan perjalanan jauh untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, bagi sebagian dari mereka, perjalanan panjang bisa menyebabkan mabuk perjalanan.

Mabuk perjalanan, atau dikenal dengan motion sickness, terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara sinyal visual dari mata dan sinyal keseimbangan di telinga. Akibatnya, seseorang dapat mengalami gejala seperti pusing, mual, berkeringat dingin, serta perasaan tidak nyaman.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita, anak-anak usia 2 hingga 12 tahun, serta mereka yang memiliki riwayat vertigo atau migrain. Faktor hormonal, seperti menstruasi atau kehamilan, juga bisa meningkatkan risiko mengalami mabuk perjalanan.

BACA JUGA: Tips dari Dokter untuk Mengatasi Kelelahan saat Mudik Lebaran

Untuk mencegah hal ini, Citra Ariani, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, membagikan beberapa cara yang bisa dilakukan agar perjalanan tetap nyaman. Menurutnya, salah satu faktor yang dapat membantu mencegah mabuk perjalanan adalah pemilihan tempat duduk yang tepat.

“Untuk perjalanan dengan kendaraan pribadi atau bus, duduk dekat jendela atau di kursi depan mobil bisa membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan, sedangkan untuk perjalanan udara, tempat duduk di dekat sayap pesawat lebih disarankan karena lebih stabil,” kata Citra, dikutip dari ipb.ac.id, Senin (24/3/2025).

Selain itu, Citra menyebut mengemudi kendaraan sendiri juga dapat mengurangi risiko mabuk perjalanan. Namun, jika harus menjadi penumpang, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala mabuk perjalanan.

“Usahakan untuk melihat ke arah cakrawala, cukup tidur sebelum berangkat, dan menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air putih,” ujar Citra.

Ia menyarankan untuk menghindari merokok serta makan makanan berat sebelum perjalanan karena hal tersebut dapat memperparah gejala. Sebagai alternatif, melakukan distraksi seperti mendengarkan musik untuk mengalihkan perhatian dari rasa tidak nyaman yang muncul.

Terkait penggunaan obat antimabuk perjalanan, Citra menyebut bahwa obat ini bekerja dengan cara menekan sinyal di otak. Alhasil, ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan antara mata dan telinga.

“Obat antimabuk yang dijual bebas biasanya mengandung dimenhidrinat, yang termasuk dalam golongan antihistamin dan dapat menyebabkan kantuk. Untuk itu, sebaiknya obat ini dicoba terlebih dahulu di rumah untuk mengetahui dosis yang tepat serta efek sampingnya,” katanya.

BACA JUGA: Belajar dari Adolescence, Ini Pentingnya Digital Detox bagi Remaja

Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, Citra menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Selain menggunakan obat-obatan, ada juga cara alami yang dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan.

Salah satunya adalah dengan mengonsumsi jahe, baik dalam bentuk permen maupun teh, yang dikenal memiliki efek menenangkan.

“Menghirup minyak esensial dengan aroma jahe, lavender, atau peppermint juga dapat membantu sebagian orang. Namun, perlu diperhatikan bahwa aroma tertentu justru dapat memperburuk mabuk perjalanan pada sebagian orang,” ucap dr. Citra.

Selain faktor fisik, aspek psikologis juga dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan. Untuk itu, menjaga pikiran tetap tenang bisa membantu mengurangi kemungkinan mabuk perjalanan dan membuat mudik lebih nyaman lagi menyenangkan.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS