Automotive

Daihatsu Tetap Kokoh di Podium Kedua

Kompetisi pasar kendaraan begitu ketat di negara ini. Pertempuran paling keras terjadi di segmen low multi-purpose vehicle (LMPV) dan low cost green car (LCGC). Tak lain karena dua segmen ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional.

Ketatnya persaingan di kendaraan penumpang pun sudah memakan korban. Beberapa merek yang dulunya menggarap segmen ini sudah undur diri dari kancah pertempuran. Meski begitu, pasar ini tetap menggoda bagi pabrikan-pabrikan otomotif, baik yang sudah lama hadir di Indonesia dan yang baru masuk, untuk menjajalnya.

Dalam kompetisi yang begitu sengit, para pemain di industri ini harus terus berinovasi. Sebabnya, konsumen otomotif di Indonesia dihadapkan pada banyak pilihan. Namun, mereka hanya akan memilih yang mampu menjawab anxieties and desires paling dalam dari konsumen. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap eksis belasan tahun di pasar kendaraan penumpang, khususnya mobil bermesin 1500cc ke bawah.

ADM, sebagai agen pemegang merek (APM) merek Daihatsu bersama saudaranya Toyota, menjadi pelopor di berbagai jenis kendaraan penumpang, seperti LMPV, low sport utility vehicle (LSUV), dan LCGC. Pada berbagai kategori tersebut, para pemain baru terus berdatangan dan menjadi penantang Daihatsu.

Namun, posisi Daihatsu tetap kokoh, tak tergoyahkan sebagai merek paling laris kedua di negara ini, setelah Toyota. Bahkan, sepanjang lima tahun belakang, ketika berbagai produsen lain menggempur dengan beragam produk baru, Daihatsu tetap bertengger di posisi kedua.

Hingga tahun 2018, Daihatsu masih memegang posisi kedua dalam penjualan ritel selama 10 tahun berturut-turut. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun 2018, Daihatsu menutup penjualan ritel di angka 200.178 unit dengan perolehan pangsa pasar 17,4%.

Sepanjang periode Januari-September 2019, di tengah pelemahan pasar otomotif nasional, penjualan ritel merek ini telah mencapai 127.639 unit dengan pangsa pasar 16,8%. Sedangkan posisi ketiga terpaut cukup jauh angka penjualannya. “Ini akan menjadi tahun kesebelas bagi Daihatsu tetap di posisi nomor dua dalam penjualan di Indonesia,” tegas Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Lalu, apa yang menjadi kunci sukses dari merek ini? Amelia mengatakan bahwa keberhasilan ini lantaran Daihatsu mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia. Produk-produk Daihatsu dibuat untuk pasar negara ini dan memiliki standar untuk memenuhi pasar ekspor.

“Produk buatan Daihatsu paling mengerti Indonesia. Kami memproduksi untuk pasar dalam negeri dan juga untuk ekspor. Semua mobil Daihatsu telah kami uji coba pada 24 jenis jalan di pusat research and development (R&D) yang kami miliki di sini,” kata Amelia yang terpilih sebagai The Best Industry Marketing Champion 2019 dari sektor otomotif.

Daihatsu merupakan satu-satunya pemain otomotif global yang membangun pusat R&D di Indonesia. Hal ini menjadikan produsen otomotif asal Jepang ini mampu mengembangkan mobil yang sesuai dengan karakter jalan di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, di pusat R&D Daihatsu ini terdapat 24 jenis jalan dengan karakter berbeda-beda yang umumnya ada di negara ini.

Saat ini, lini produk Daihatsu ada di berbagai segmen kendaraan penumpang. Sebut saja Daihatsu Xenia dan Gran Max yang bermain di segmen low multipurpose vehicle (LMPV), lalu Sirion di segmen city car, ada Sigra dan Ayla di LCGC, dan Terios yang masuk di LSUV. Selain itu, ada Gran Max pick up untuk pasar kendaraan niaga ringan.

“Lini produk yang Daihatsu miliki saat ini sudah mampu meng-cover kebutuhan konsumen negara ini pada mobil penumpang. Buat apa memiliki model di ceruk pasar yang tidak besar. Jadi, Daihatsu fokus pada produk-produk yang menjangkau sebagian besar konsumen Indonesia,” tambahnya.

Selain fokus dalam produk, Daihatsu juga terus membangun brand value agar tetap mendapat tempat di hati konsumen negara ini. ADM memosisikan merek Daihatsu sebagai sahabat masyarakat dengan tagline, Daihatsu Sahabatku. Merek Daihatsu dibangun sebagai sahabat bukan saja bagi  para penggunanya, tapi ke semua orang.

Upaya membangun brand value ini diterjemahkan lewat empat bidang, yakni pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan lingkungan hidup. Programnya antara lain Pintar Bersama Daihatsu, Sehat Bersama Daihatsu, Hijau Bersama Daihatsu, dan Sejahtera Bersama Daihatsu

Sebagai contoh, pada dunia pendidikan, saat ini Daihatsu adalah sahabat para guru SMK di berbagai wilayah Indonesia. Bersama para guru SMK, ADM telah merumuskan kurikulum khusus Daihatsu. SMK yang menggunakan kurikulum ini memungkinkan lulusannya langsung menjadi mekanik tingkat I yang langsung siap kerja.

Kelompok anak muda juga menjadi target pasar Daihatsu. Untuk menggarap pasar ini ADM menggelar event-event yang mengena, seperti Daihatsu Urban Fest. Tahun ini, event ini digelar di lima kota di Indonesia, yakni Bandung, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta.

Komunikasi ke kelompok anak muda ini juga disesuaikan. ADM merancang iklan untuk produknya, Ayla dan Sirion, yang menyasar kaum muda dengan unik. “Saat ini, pengguna kendaraan penumpang Daihatsu yang tergolong kelompok usia muda mencapai 37%, sisanya 63% adalah keluarga,” terang Amelia.








To Top