Danamon Bukukan Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Rp 189,4 Triliun

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2024. Perusahaan mencatat total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp 189,4 triliun atau tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pendanaan yang membukukan dana pihak ketiga sebesar Rp 153,2 triliun, tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year). Penyaluran kredit di seluruh segmen bisnis menjadi pendorong utama kinerja tersebut.
BACA JUGA: Bank Danamon Pacu Target KPM IIMS 2025 demi Dorong Kinerja DPK
“Capaian kinerja Danamon sepanjang tahun 2024 didukung oleh strategi Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial. Kami mengapresiasi kepercayaan nasabah, mitra, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan,” kata D. Ejima, Direktur Utama Danamon dalam siaran pers kepada Marketeers, Rabu (19/2/2025).
Penyaluran kredit Danamon didominasi oleh segmen Enterprise Banking and Financial Institution, Small and Medium Enterprise (SME) Banking, serta Consumer Banking. Ketiga segmen ini menunjukkan peningkatan seiring pemulihan ekonomi nasional.
Pendapatan operasional Danamon mencapai Rp 18,9 triliun atau tumbuh 4% year-on-year. Sementara itu, laba bersih setelah pajak tercatat Rp 3,2 triliun dengan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar 1% menjadi Rp 8,3 triliun.
Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) bruto sebesar 1,9%, membaik 29 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio cakupan NPL mencapai 287,2%, mencerminkan kemampuan bank menjaga risiko kredit.
Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat 10,6% atau lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 11,6%. Hal ini menunjukkan keberhasilan bank dalam mengelola risiko pembiayaan.
Ekosistem bisnis menjadi salah satu fokus utama Danamon, di antaranya sektor otomotif, haji dan umrah, serta pendidikan. Sinergi dengan Adira Finance mendorong synergy loan tumbuh 12% menjadi Rp 4,0 triliun.
Pada ekosistem haji dan umrah, jumlah mitra biro perjalanan meningkat 213% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana yang dihimpun dari asosiasi dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tumbuh 143% year-on-year.
“Kami terus memperkuat ekosistem dan layanan digital untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi nasabah,” ujar D. Ejima.
BACA JUGA: Danamon Dorong Investasi Cerdas di Tengah Peluang Pasar
Solusi digital D-Bank PRO mencatatkan peningkatan transaksi sebesar 28% dan nilai transaksi tumbuh 26% sepanjang tahun 2024. Layanan Danamon Cash Connect untuk nasabah bisnis juga mengalami pertumbuhan transaksi 8% dengan nilai transaksi naik 16% year-on-year.
Dengan kinerja ini, Danamon optimistis mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.
Editor: Bernadinus Adi Pramudita