Technology

DISRUPTO 2019: Eksplorasi Tantangan di Era Perubahan

SUMBER: DISRUPTO

Berbagai sektor terus berubah karena perkembangan teknologi. Di sektor ekonomi sendiri, perubahan dapat dilihat dengan kehadiran e-commerce yang menjadi pilihan banyak orang untuk pemenuhan kebutuhan. Mulai dari yang bersifat pribadi dan sehari-hari hingga yang bisa dibilang mewah.

Namun, adanya perubahan tersebut memberikan dampak beragam kepada kehidupan manusia. Membahas tantangan yang akan dihadapi ke depannya, DISRUPTO 2019 hadir dengan tema “The Future of Humanity”. DISRUPTO sendiri merupakan festival tahunan yang mempertemukan para pelaku ekonomi yang mendukung terciptanya inklusi ekonomi melalui teknologi.

“Tema ini dipilih karena kami percaya bahwa di masa mendatang manusia akan sangat terbantu dengan kehadiran teknologi. Contohnya dengan adanya kecerdasan buatan dan bahan baku yang sustainable. Untuk membuktikan bahwa beberapa tantangan tersebut bisa diatasi oleh manusia, kami akan menghadirkan beberapa pembicara yang ahli di bidangnya, seperti Tilly Lockey dan Cyberdyne,” ujar Yasha Chatab, Project Director DISRUPTO 2019.

Till Lockey merupakan penyandang disabilitas yang terbantu dengan adanya inovasi teknologi. Sedangkan Cyberdyne, perusahaan robot asal Jepang yang membuat robot untuk membantu lansia dan disabilitas. “Tujuan dan harapan kami dari DISRUPTO 2019 ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana teknologi berkembang begitu cepat dan akan berdampak pada kehidupan manusia di masa depan. Sehingga masyarakat dapat menjadi adaptif akan perubahan yang terjadi,” tutur Daniel Surya, Co-Founder DISRUPTO dan Executive Chairman WIR Group.

Acara yang akan mempertemukan para pelaku ekonomi seperti startup, korporasi, modal ventura, dan institusi keuangan lokal maupun global ini akan diselenggarakan di Plaza Indonesia. Para pembicara berskala global pun akan meramaikan acara ini. Mereka akan memamerkan beberapa inovasi teknologi terbaik yang ada saat ini, seperti robot yang bisa berkomunikasi dengan manusia dan MotoGP dengan tenaga listrik.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top