Opinion

Dukung Misi Kemenpar, MarkPlus Center for Tourism and Hospitality Hadir di Manado

Dalam mendukung pencapaian target 20 juta wisatawan pada tahun 2019, Indonesia memerlukan pengembangan secara komprehensif antara destinasi pariwisata, infrastruktur, marketing, kebijakan pemerintah, dan ekosistem. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menyusun sepuluh destinasi Bali baru sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan asing.

Untuk mendukung misi tersebut, MarkPlus Center for Tourism and Hospitality (MPCTH) berpartisipasi aktif dalam menguatkan pariwisata Indonesia dengan mengadakan diskusi pariwisata setiap tahun di Jakarta dan Bali untuk memberikan masukan melalui evaluasi dan pencapaian serta tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh Kementerian Pariwisata Indonesia.

Selain itu, MPCTH  juga merancang berbagai macam aktivitas dan program seperti seminar nasional terkait pasar Tiongkok, India, dan milenial dengan mengundang berbagai narasumber yang memadukan perspektif Penta Helix (Akademisi, Pemerintah, Bisnis, Komunitas dan Media). Kerjasama MPCTH dengan lembaga internasional seperti Global Sustainable Tourism Council juga turut membantu pemerintah dan destinasi di Indonesia dalam mencapai visi pariwisata yang berkelanjutan melalui sertifikasi dan pelatihan.

Pada akhir tahun 2018, MPCTH resmi membuka cabang baru di Manado, tepatnya berada di Rumah Alam kawasan jalan Ring Road, Kota Manado. Peresmian kantor ini dihadiri oleh Menteri Arief Yahya. Sehubungan dengan momentum ini, Arief Yahya juga meresmikan program Wonderful Startup Academy (WSA) Batch 1- Sulawesi Utara yang juga dihadiri Director WSA-1 Ivan Mattu. Program Inkubasi startup pariwisata pertama di Indonesia ini merupakan Inisiatif dari ICSB Indonesia dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi dan UKM RI yang telah berjalan sejak tahun 2017 di Jakarta.

Program ini telah berhasil mencetak lulusan para startup tourism yang siap masuk dalam industri pariwisata. Diharapkan dengan inisatif lokal program WSA Batch 1-SULUT akan dikemas dengan memperhatikan kearifan lokal pariwisata SULUT sehingga startup yang terpilih dapat menghasilkan inovasi tepat guna, serta dapat berkolaborasi dan mendukung target pemerintah dalam meningkatkan sektor pariwisata di Sulawesi Utara. Komitmen ini diterjemahkan kedalam deklarasi komitmen.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Diskusi Pariwisata yang kali bertemakan “North Sulawesi NOW: China Tourism and Beyond” yang dibawakan langsung oleh Arief Yahya dan Gubernur Sulawesi Utara yang langsung dimoderatori oleh Hermawan Kartajaya selaku Chairman of MarkPlus Center for Tourism and Hospitality.

Saat ini, pariwisata di Manado sedang bergeliat dengan adanya dukungan wisman dari China yang naik mencapai 86.72% atau sebanyak 94.706 pada periode Januari-Oktober 2018 jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2017, diikuti oleh wisman dari Jerman sebanyak 2.021 atau naik 30.22%, serta wisman dari Singapura yang naik 7.17% atau 2.017 wisatawan.

Pada tahun 2019, pemerintah menargetkan 200.000 wisman. Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengembangkan 3A (Aksesibilitas, Atraksi, dan Amenitas). Selain itu diperlukan juga semacam insentif untuk menarik investor sehingga permasalahan kekurangan amenitas dapat teratasi.

Editor: Sigit Kurniawan








To Top