Lifestyle & Entertainment

Edutech Digemari, Quipper Klaim 58% Penggunanya Tembus Kampus Negeri

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti, terdapat 714.652 peserta yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Dari jumlah tersebut, peserta lulus mencapai 23.61% atau 168.742 peserta.

Peningkatan angka kelulusan SBMPTN tersebut dapat terjadi karena banyak faktor. Salah satunya, sisi penyelenggara dan peserta yang telah mempersiapkan segalanya dengan lebih baik. Apalagi saat ini muncul metode bimbingan belajar online yang semakin memudahkan peserta untuk mempersiapkan diri.

Quipper sebagai salah satu pemain dalam industri Edutech (Education Technology) mencoba membantu para siswa di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuannya. Country Manager Quipper Indonesia Yuta Funase mengatakan bahwa sejak 2015, Quipper percaya bahwa untuk menghasilkan video pembelajaran yang berkualitas dan menarik, kemampuan guru dalam berbicara di depan publik, relevansi konten pelajaran yang sesuai dengan kehidupan siswa serta kreatifitas dalam mengemas video sangat penting.

“Oleh karena itu, enam juta pelajar di Indonesia menjadikan Quipper sebagai alternatif belajar online mereka,” terang Yuta.

Untuk membuktikan efektivitas layanannya, Quipper melakukan survei kepada beberapa penggunanya yang tersebar di Indonesia. Menurut Ruth Ayu Hapsari selaku Business Development Manager Quipper Indonesia, ada beragam alasan seorang siswa mengikuti kegiatan bimbingan belajar online. Semisal karena citra ‘keren’ akibat belajar online, atau karena materi yang didapatkan dari sekolah terbilang belum cukup.

“Rata-rata pengguna Quipper Video menonton sepuluh video dan mengerjakan 50 soal per minggu saat periode ujian, sedangkan pengguna Quipper Video Masterclass dengan tambahan support dari Coach dan Tutor online angkanya bisa 2 kali lebih besar. Hasilnya 58% pengguna Quipper Video diterima di PTN,” ujar Ruth.

Editor: Sigit Kurniawan

 








To Top