Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus US$ 323 Miliar Tahun 2030

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
18 Januari 2022
marketeers article
Wooden blocks with the word Outlook, business schedule and a team with a leader. Successful forecast and successful business. Concept perspectives in business. Analytics goal and long-term action plan
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memperkirakan ekonomi digital di Indonesia tumbuh mencapai US$ 323 miliar atau setara Rp 4.642 triliun (kurs Rp 14.371 per US$). Nilai tersebut naik setidaknya delapan kali lipat dari yang saat ini telah dicapai sebesar Rp 632 triliun.
Lutfi mengatakan, potensi ini akan digarap dengan serius oleh pemerintah untuk meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional. Dari penuturannya, PDB nasional pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 16.032 triliun dengan kontribusi ekonomi digital 4%.
“Pada tahun 2030, ekonomi digital Indonesia diperkirakan sebesar US$ 323 miliar. Artinya, ekonomi digital  Indonesia tumbuh enam kali lebih besar dari Malaysia, tujuh kali lebih besar dari Filipina, delapan kali lebih besar dari Singapura, dan paling tidak empat kali lebih besar dari Vietnam,” kata Lutfi melalui keterangannya, Selasa (18/1/2022).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi digital tertinggi berasal dari sektor perdagangan elektronik. Diperkirakan sektor ini mampu berkontribusi sebesar Rp 1.908 triliun atau 34% di antaranya. Bahkan, perdagangan elektronik mampu mencakup satu per empat dari total ekonomi digital di Indonesia.
“Jika Indonesia bisa mengikuti perkembangan Malaysia, ekonomi digital Indonesia bisa mencapai US$ 417 miliar. Sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara paling menguntungkan di Asia Tenggara (ASEAN) untuk ekonomi digital,” ujarnya.
Di sisi lain, Lutfi menyebut, pada tahun 2021 merupakan kebangkitan perdagangan Indonesia. Meski terpukul pandemi COVID-19, kinerja perdagangan terus memecahkan rekor baru. Tercatat, sepanjang periode Januari hingga November 2021 ekspor mencapai US$ 209,16 miliar.
Jumlah tersebut naik 42,62% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 (year on year/yoy). Pada periode itu perdagangan juga mengalami surplus sebesar US$ 34,32 miliar.
“Tahun 2021, pertumbuhan perdagangan sangat kuat. Jika kondisi ini konsisten, surplus Indonesia pada tahun 2021 berkisar US$ 36 hingga US$ 37 miliar. Ini jumlah tertinggi, lebih tinggi dari tahun 2011,” pungkasnya.
Editor: Sigit Kurniawan

Related