Film Pabrik Gula Hadir dalam 2 Versi, Apa Bedanya?

film pabrik gula
Pabrik Gula (Foto: IMDb)

Pabrik Gula siap menggebrak layar lebar saat libur Lebaran 2025. Dijadwalkan mengudara mulai 3 April, film horor garapan Awi Suryadi ini tak hanya menawarkan cerita mencekam, tetapi juga hadir dalam dua versi berbeda.

Kedua versi tersebut dibedakan berdasarkan rating, yakni R17+ dan D21+. Adapun R17+ atau yang disebut versi cut memiliki durasi 132 menit, sedangkan rating D21+ atau yang disebut versi uncut berdurasi 133 menit.

Kendati perbedaannya hanya satu menit, MD Pictures selaku rumah produksi yang menggarap Pabrik Gula menegaskan bahwa versi uncut bakal menghadirkan adegan yang lebih intens dan eksplisit.

BACA JUGA: Premiere Snow White Digelar Tertutup, Imbas Kontroversi Berkepanjangan?

Jadwal tayang kedua versi tersebut juga berbeda. Versi R17+ tersedia di sebagian besar bioskop, sedangkan versi uncut hanya tayang terbatas di beberapa bioskop dengan jam tayang di atas pukul 20.00 WIB.

Terlepas dari perbedaan adegan sepanjang satu menit, alur cerita Pabrik Gula versi cut maupun uncut tetap sama. Film ini diadaptasi dari thread horor viral di X karya Simpleman yang sempat menghebohkan jagat maya pada tahun 2020.

Dengan Lele Laila sebagai penulis naskah dan jejeran pemain berbakat, seperti Erika Carlina, Arbani Yasiz, dan Ersya Aurelia, berikut sinopsis film tersebut:

BACA JUGA: Sinopsis Qodrat 2, Upaya Vino G. Bastian Selamatkan sang Istri dari Iblis

Sinopsis Pabrik Gula

Film ini mengikuti sekelompok buruh musiman, yakni Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Frank, yang bekerja di pabrik gula tua di sebuah desa selama musim panen. Awalnya, pekerjaan mereka berjalan tanpa hambatan.

Namun, keadaan berubah ketika Endah terbangun di tengah malam dan melihat sosok misterius di luar asrama tempat mereka menginap. Rasa penasaran membuatnya mengikuti sosok itu, tanpa menyadari bahwa langkahnya akan membuka pintu menuju teror yang tersembunyi.

Sejak malam itu, kejadian-kejadian janggal mulai menghantui para buruh. Mesin-mesin menyala sendiri, bisikan-bisikan terdengar di lorong-lorong gelap, hingga sosok tak kasat mata mulai menampakkan diri.

Puncaknya, serangkaian kecelakaan kerja yang tidak masuk akal mulai merenggut nyawa buruh satu per satu. Para buruh pun harus menemukan cara untuk bertahan hidup. Akankah mereka berhasil keluar dari pabrik tersebut? Temukan jawabannya di bioskop saat libur Lebaran 2025!

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS