Retail & Property

Forever 21 Alami Kebangkrutan

SUMBER: THE GUARDIAN

Setelah Toys ‘R’ Us mengumumkan kebangkrutan pada tahun 2017, kali ini Forever 21 juga mengumumkan mereka akan menutup beberapa tokonya di Asia dan Eropa. Forever 21 menjadi salah satu riteler di Amerika yang mengalami kebangkrutan karena lebih banyak pelanggan yang beralih ke online shop seperti Amazon.

Didirikan pada tahun 1984, Forever 21 kini telah memiliki 815 tokoh di 57 negara. Tetapi pada minggu lalu, toko fashion tersebut mengatakan akan meninggalkan Jepang dan menutup 14 toko mereka pada akhir Oktober. Perusahaan tersebut berencana akan menutup beberapa tokonya yang tersebar di Asia dan Eropa, namun akan tetap beroperasi di Meksiko dan Amerika Latin.

Meski akan menutup beberapa toko, dilansir dari The Guardian, Forever 21 mengatakan bahwa mereka akan tetap menjalankan bisnis mereka seperti biasa setelah mendapatkan pinjaman sebesar US$ 275 juta dari agen JPMorgan Chase Bank, dan US$ 75 juta sebagai modal baru dari TPG Sixth Street Partners. Forever 21 menambahkan jika mereka akan terus focus pada bagian yang dapat memberikan keuntungan untuk kelanjutan bisnis mereka.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X