Automotive

Gaikindo: Stimulus Dibutuhkan untuk Jaga Pasar Ekspor Pascapandemi

Akibat pandemi penjualan mobil nasional pada April 2020 hanya 24.276 unit. Turun drastis hingga 70% dibanding bulan yang sama tahun lalu dengan angka penjualan 80.622 unit. Tidak hanya pasar domestik, pasar ekspor juga turun tajam.

Menurut Ketua Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johanes Nangoi, pasar mobil tahun ini akan turun hingga 40%. Prediksi awal sebelum ada pandemi, pasar mobil nasional bisa mencapai lebih dari 1 juta unit. “Tahun ini, penjualan mobil nasional kami prediksi hanya mencapai 600 ribu unit saja,” kata Nangoi di acara Industry Round Table, Surviving The COVID-19, Preparing The Post: Automotive Industry Perspective, hari ini (15/05/2020).

Selain pasar domestik yang turun, pasar ekspor juga turun tajam. Tahun ini, target ekspor mobil produksi Indonesia di kisaran 300-350 unit. Melihat banyak pabrik yang tutup, pasar ekspor hanya akan di kisaran 175-200 ribu unit saja. Padahal, Gaikindo memasang target ekspor 1 juta mobil di tahun 2025.

“Sepertinya target ekpor 1 juta mobil harus mundur, tapi semoga tetap bisa kami kejar,” tambahnya. Saat ini, anggota-anggota Gaikindo fokus untuk menjaga proses produksi untuk memenuhi pasar ekspor agar tidak diambil negara lain,” kata Nangoi.

Untuk itu, Gaikindo berharap pemerintah memberikan stimulus pascapandemi untuk mengejar target ekspor dan pemenuhan pasar domestik. Di antaranya, relaksasi pajak, mempermudah proses ekspor-impor, dan lainnya.

“Di kawasan ASEAN, Indonesia memiliki kompetitor Thailand sebagai basis ekspor. Lalu, ada Vietnam yang iklim investasinya mendukung untuk menjadi negara basis ekspor. Saat ini, pandemi di dua negara itu tersebut sudah lebih baik dan siap berproduksi. Jadi, agar kita bisa tetap kuat ekspornya, setelah pandemi prosesnya harus lebih mudah,” katanya.

Saat ini, industri mobil nasional memiliki kapasitas produksi hingga 2,3 juta per tahun. Kapasitas ini akan bertambah pada tahun 2021 setelah pabrik Hyundai mulai beroperasi. Sehingga, total ada kapasitas produksi bisa mencapai 2,5 juta unit per tahun.

Tahun depan, kapasitas produksi ini kemungkinan baru digunakan 50% dengan asumsi pasar domestik bisa tumbuh hingga 800 ribu unit dan ekspor di kisaran 200-300 ribu unit. “Ini akan semakin memperberat industri otomotif nasional karena harus menanggung overhead cost pabrik yang tidak berfungsi akibat permintaan belum tumbuh,” tegas Nangoi.

MARKETEERS X








To Top